Teladan Khalid bin Walid Melawan Post Power Syndrome dalam Perspektif Etika Islam

Politik Islam
Sumber :
  • https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2025/05/2150960892-1-1024x574.jpg

Dalam konteks modern, teladan Khalid sangat relevan bagi pejabat publik, aparatur negara, maupun profesional.

Negara Islam dan Negara Sekuler dalam Dinamika Fiqih Siyasah dan Ketatanegaraan Modern

Ketika jabatan dipahami sebagai sarana pengabdian, maka akhir masa jabatan tidak akan melahirkan krisis, melainkan fase baru kehidupan yang tetap bermakna. Inilah bentuk kepemimpinan yang sehat, beretika, dan berorientasi pada nilai, bukan kekuasaan.

Analisis

Demonstrasi dan Kudeta dalam Perspektif Hukum Indonesia dan Islam

Kisah Khalid bin Walid memperlihatkan hubungan erat antara niat, keikhlasan, dan kesehatan mental dalam menghadapi kehilangan jabatan. Post power syndrome sejatinya bukan sekadar persoalan psikologis, tetapi juga krisis makna hidup. Islam menawarkan solusi melalui orientasi niat dan ketundukan kepada Allah sebagai pusat identitas diri.

Dalam perspektif hukum dan etika publik, nilai ini relevan untuk membangun budaya kekuasaan yang tidak transaksional dan bebas dari kultus individu. Pejabat yang berorientasi pada amanah akan lebih siap menerima pergantian kekuasaan secara dewasa dan konstitusional.

Pencalonan Diri dan Kampanye Politik dalam Perspektif Islam dan Hukum Pemilu Indonesia

Dengan demikian, teladan Khalid bin Walid bukan hanya pelajaran moral individual, tetapi juga fondasi etika bagi kepemimpinan dan tata kelola kekuasaan yang sehat.