Fondasi Etika Kekuasaan dalam Islam
- https://marinews.mahkamahagung.go.id/static/2025/11/18/ilustrasi-keadilan-substantif-SP4PM.jpg
Olret – Hadis merupakan salah satu sumber ajaran Islam yang memiliki kedudukan strategis setelah Al-Qur’an. Secara fungsional, hadis berperan sebagai penjelas, penguat, sekaligus pengembang nilai-nilai normatif Al-Qur’an dalam kehidupan manusia.
Keberadaan hadis mendapatkan legitimasi langsung dari wahyu, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an bahwa Rasulullah diutus untuk menerangkan ajaran Allah agar manusia mampu memahami dan merefleksikannya dalam realitas sosial.
Dalam konteks kepemimpinan, hadis tidak hanya berbicara tentang relasi spiritual antara manusia dan Tuhan, tetapi juga mengatur tanggung jawab sosial dan publik. Keteladanan Nabi Muhammad SAW.
sebagai pemimpin agama, negarawan, hakim, dan pemimpin moral menjadi rujukan utama dalam membangun konsep kepemimpinan yang berkeadilan, beretika, dan bertanggung jawab, relevan hingga dalam diskursus hukum dan ketatanegaraan modern.
Kedudukan Hadis sebagai Sumber Etika Kepemimpinan
PK. Kenegaraan Islam
- https://kuliahturki.id/wp-content/uploads/2023/11/sejarah-turki-usmani.jpg
Hadis menempati posisi kedua setelah Al-Qur’an sebagai sumber hukum Islam yang disepakati para ulama. Ia berfungsi menjelaskan ayat-ayat Al-Qur’an yang bersifat umum sekaligus merinci nilai-nilai normatif agar dapat diterapkan secara konkret.
Dalam konteks kepemimpinan, hadis menjadi rujukan utama untuk memahami bagaimana kekuasaan seharusnya dijalankan sebagai amanah, bukan sebagai alat dominasi.
Kepemimpinan dalam perspektif hadis tidak dipahami semata sebagai jabatan struktural, melainkan sebagai tanggung jawab moral yang melekat pada setiap manusia.
Oleh karena itu, legitimasi kekuasaan dalam Islam selalu disertai dengan kewajiban pertanggungjawaban, baik di hadapan manusia maupun di hadapan Allah. Prinsip inilah yang menjadikan kepemimpinan dalam Islam sarat dengan dimensi etis dan transendental.
Konsep Tanggung Jawab Pemimpin dalam Islam
PK. Kenegaraan Islam
- https://cdn.alkhairtravel.id/2025/09/02080723/3purecwq47i-1536x1018.jpg
Tanggung jawab merupakan inti dari kepemimpinan dalam Islam. Seorang pemimpin tidak hanya bertanggung jawab atas kebijakan yang diambilnya, tetapi juga atas dampak sosial, moral, dan kemanusiaan yang ditimbulkan. Prinsip ini sejalan dengan konsep khalifah, yakni manusia sebagai wakil Allah di bumi yang bertugas menciptakan kemaslahatan dan mencegah kerusakan.
Dalam kerangka ini, kepemimpinan tidak dapat dilepaskan dari keadilan, kejujuran, dan integritas. Seorang pemimpin yang menyimpang dari nilai-nilai tersebut tidak hanya melanggar norma sosial, tetapi juga melanggar amanah ilahiah. Oleh karena itu, kepemimpinan dalam Islam menuntut kesiapan moral untuk mempertanggungjawabkan setiap keputusan dan tindakan yang diambil.