5 Alasan Mengapa Kamu Mungkin Mengalami Sakit Perut Setelah Makan Buah
- freepik.com
Olret – Ahli gizi merekomendasikan peningkatan asupan buah dalam diet sehat. Namun, beberapa orang mengalami sakit perut setelah makan buah, jadi apa penyebabnya?
Meskipun buah dikenal kaya akan vitamin dan serat, yang berperan penting dalam kesehatan, terkadang dapat menyebabkan sakit perut yang tidak menyenangkan. Hal ini biasanya terjadi ketika tubuh kesulitan mencerna komponen alami tertentu dalam buah.
Penyebab paling umum adalah fruktosa, serat berlebihan yang dikonsumsi dengan cepat, atau zat kimia reaktif seperti histamin. Bagi mereka yang memiliki sistem pencernaan sensitif atau sindrom iritasi usus (IBS), mengenali dan menyesuaikan ukuran porsi sangat penting untuk menghindari kembung, kram, dan diare.
1. Tubuh tidak dapat mencerna fruktosa dalam buah, menyebabkan sakit perut.
Makanan yang Bahan Dasarnya Terbuat Dari Nanas
- freepik.com
Salah satu penyebab sakit perut setelah makan buah mungkin karena tubuh kesulitan mencerna fruktosa.
Fruktosa adalah salah satu gula alami yang ditemukan dalam buah-buahan, jus buah, beberapa sayuran, dan madu. Ketika sistem pencernaan tidak menyerap fruktosa dengan baik, hal itu dapat menyebabkan sakit perut, diare, dan kembung.
Tubuh dapat mengalami beberapa jenis masalah pencernaan yang berkaitan dengan fruktosa. Yang pertama adalah malabsorpsi fruktosa—suatu kondisi di mana sel-sel usus kecil tidak dapat menyerap gula dengan benar, menurut Perpustakaan Kedokteran Nasional AS—yang menyebabkan gejala seperti kembung, perut buncit, diare, sembelit, dan sakit perut.
Selain itu, seseorang mungkin menderita intoleransi fruktosa herediter – suatu kondisi genetik di mana terjadi kekurangan enzim yang memecah gula ini.
Intoleransi fruktosa herediter biasanya muncul pada masa bayi dan dapat menyebabkan komplikasi serius seperti kerusakan hati dan ginjal karena penumpukan fruktosa yang tidak tercerna. Kondisi ini juga menyebabkan gejala seperti mual, muntah, kembung, diare, sakit perut, hipoglikemia, kejang, atau koma.
Fruktosa juga dapat menyebabkan sakit perut dan gejala lain pada penderita sindrom iritasi usus besar, yang mungkin perlu menghindari sepenuhnya buah-buahan tinggi fruktosa—seperti apel, pir, dan buah kering.
Beberapa pilihan buah rendah fruktosa yang dapat dicoba antara lain: alpukat, pisang, cranberry, melon, lemon, jeruk, nanas, stroberi.