Hati-hati Moms, Ini 6 Penyebab Mata Minus pada Anak Yang Perlu Diwaspadai

Pengamatan Yang Besar
Sumber :
  • freepik.com

Olret – Semakin banyak anak usia sekolah yang mulai memakai kacamata, bukan hanya karena faktor genetik, tapi juga gaya hidup yang berubah drastis. Di era serba digital ini, anak-anak sudah akrab dengan layar sejak usia dini dan mata kecil mereka bekerja lebih keras dari yang kita kira. Mata minus atau myopia pada anak bukan lagi hal langka, dan penting bagi para orang tua, terutama moms, untuk memahami apa saja penyebabnya agar bisa melakukan pencegahan sejak awal.

5 Karakteristik Pria "Subur": Apakah Anda Memiliki Salah Satunya?

1. Terlalu Lama Menatap Layar

Screen time berlebihan menjadi penyebab terbesar meningkatnya kasus mata minus pada anak. Layar membuat mata harus fokus pada jarak dekat dalam waktu lama, sehingga otot mata bekerja ekstra dan memicu perubahan bentuk bola mata. Saat bola mata memanjang, cahaya tidak lagi jatuh tepat di retina—dan jadilah minus. Ditambah lagi, pencahayaan layar yang terlalu terang atau terlalu redup bisa membuat mata cepat lelah.

Menghapus Rasa yang Salah: 5 Cara Efektif Berhenti Mencintai Suami Orang

2. Kurang Aktivitas di Luar Ruangan

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang jarang bermain di luar ruangan memiliki risiko lebih tinggi mengalami mata minus. Cahaya alami matahari membantu melepaskan dopamin di retina, yang berfungsi menghambat pertumbuhan bola mata berlebih. Ketika anak hanya bermain di dalam ruangan, tubuh kehilangan stimulus alami ini. Akhirnya, perkembangan mata jadi tidak seimbang dan myopia lebih mudah terjadi.

Menjadi Garda Depan Digitalisasi Kesehatan bersama PORMIKI Semarang

3. Genetik dari Orang Tua

Faktor keturunan memang punya peran cukup besar. Jika salah satu orang tua memiliki mata minus, risiko anak mengalaminya juga meningkat. Jika kedua orang tua minus, risikonya bisa dua kali lipat. Namun penting digarisbawahi: genetik bukan satu-satunya penyebab. Lingkungan dan kebiasaan tetap punya pengaruh besar. Jadi, meski orang tua minus, bukan berarti anak pasti ikut minus asal pola hidupnya sehat.

4. Kebiasaan Membaca dalam Posisi Tidak Ideal

Anak yang membaca sambil tiduran, terlalu dekat dengan buku, atau dalam pencahayaan redup cenderung memaksa mata bekerja lebih keras. Jarak membaca ideal untuk anak adalah 30–40 cm. Ketika jaraknya terlalu dekat, mata harus berakomodasi ekstrem dan jika dilakukan berulang-ulang bisa mengubah struktur mata.

Halaman Selanjutnya
img_title