Faktor Penyebab Tidur 8 Jam Sehari Tapi Masih Mudah Lelah
- freepik
Kurang aktivitas fisik
Terlalu sedikit bergerak juga bisa membuat tubuh terasa lesu. Aktivitas fisik justru membantu meningkatkan sirkulasi darah dan memperbaiki kualitas tidur di malam hari. Orang yang jarang berolahraga biasanya lebih sering merasa lelah, berat, dan tidak bertenaga meskipun waktu tidurnya cukup.
Gangguan tidur yang tidak terdeteksi
Beberapa kondisi seperti sleep apnea (henti napas saat tidur), insomnia ringan, atau sindrom kaki gelisah bisa mengganggu proses tidur tanpa disadari. Gangguan ini membuat tidur menjadi terfragmentasi dan tidak efektif, sehingga tubuh gagal mencapai fase pemulihan sempurna.
Pola tidur tidak konsisten
Tidur jam 10 malam hari ini, lalu jam 1 pagi keesokan harinya, dapat mengacaukan ritme sirkadian tubuh. Jam biologis yang berantakan membuat tubuh bingung kapan harus benar-benar beristirahat dan kapan harus aktif. Hasilnya, rasa lelah akan muncul meskipun durasi tidur terlihat ideal.
*
Tidur 8 jam sehari memang penting, tetapi bukan satu-satunya penentu tubuh terasa segar. Kualitas tidur, stabilitas emosi, kebiasaan sebelum tidur, asupan nutrisi, hingga aktivitas fisik punya peran yang sama besar.
Jika kamu ingin bangun dengan tubuh lebih ringan dan pikiran lebih jernih, mulai perhatikan kebiasaan kecil menjelang tidur, kelola stres dengan baik, cukupi kebutuhan nutrisi, dan biasakan tubuh untuk bergerak aktif setiap hari. Dengan begitu, tidurmu tak hanya cukup secara waktu, tapi juga berkualitas untuk memulihkan energi secara maksimal.