Faktor Penyebab Tidur 8 Jam Sehari Tapi Masih Mudah Lelah
- freepik
Olret – Banyak orang merasa sudah melakukan “semua yang benar” dengan tidur selama 8 jam setiap malam, tetapi saat bangun justru tubuh tetap terasa lemas, kepala berat, dan energi seperti tidak terisi penuh.
Kondisi ini sering membuat bingung dan memunculkan pertanyaan, “Kalau begitu, apa yang salah?” Faktanya, durasi tidur memang penting, tetapi kualitas dan kondisi tubuh saat tidur jauh lebih menentukan seberapa segar kamu keesokan harinya.
Berikut beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab kenapa tidur 8 jam pun masih membuatmu mudah lelah.
Kualitas tidur yang buruk tanpa disadari
Tidur selama 8 jam tidak selalu berarti benar-benar “nyenyak”. Bisa jadi kamu sering terbangun di malam hari, berpindah posisi berulang-ulang, atau mengalami tidur yang sangat ringan.
Hal ini membuat tubuh tidak masuk ke fase tidur dalam (deep sleep) yang berperan penting dalam proses pemulihan fisik dan mental. Akibatnya, meskipun jam sudah terpenuhi, tubuh tetap belum mendapat istirahat yang optimal.
Paparan layar sebelum tidur
Scroll media sosial, nonton film, atau membalas pesan sebelum tidur memang jadi kebiasaan banyak orang, termasuk ibu muda atau pekerja yang ingin “me time” sesaat.
Sayangnya, cahaya biru dari ponsel dan laptop dapat mengganggu produksi melatonin, hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk. Akibatnya, tidur jadi kurang nyenyak dan kualitas istirahat menurun drastis.
Stres dan pikiran yang terlalu aktif
Pernah merasa tubuh lelah tapi pikiran masih “berisik”? Stres, overthinking, dan beban pikiran yang menumpuk bisa membuat otak tetap aktif meskipun mata terpejam. Hormon kortisol yang meningkat saat stres juga bisa mengganggu fase tidur nyenyak. Ini membuat tubuh tidak benar-benar beristirahat walaupun secara teknis kamu sudah tidur lama.
Pola makan yang tidak seimbang
Apa yang kamu konsumsi sehari-hari sangat berpengaruh pada energi. Kurangnya asupan zat besi, vitamin B, protein, dan vitamin D dapat membuat tubuh mudah lelah walau sudah cukup tidur. Konsumsi gula berlebihan juga dapat memicu naik-turun gula darah yang membuat tubuh lemas dan mengantuk di siang hari.
Kurang aktivitas fisik
Terlalu sedikit bergerak juga bisa membuat tubuh terasa lesu. Aktivitas fisik justru membantu meningkatkan sirkulasi darah dan memperbaiki kualitas tidur di malam hari. Orang yang jarang berolahraga biasanya lebih sering merasa lelah, berat, dan tidak bertenaga meskipun waktu tidurnya cukup.
Gangguan tidur yang tidak terdeteksi
Beberapa kondisi seperti sleep apnea (henti napas saat tidur), insomnia ringan, atau sindrom kaki gelisah bisa mengganggu proses tidur tanpa disadari. Gangguan ini membuat tidur menjadi terfragmentasi dan tidak efektif, sehingga tubuh gagal mencapai fase pemulihan sempurna.
Pola tidur tidak konsisten
Tidur jam 10 malam hari ini, lalu jam 1 pagi keesokan harinya, dapat mengacaukan ritme sirkadian tubuh. Jam biologis yang berantakan membuat tubuh bingung kapan harus benar-benar beristirahat dan kapan harus aktif. Hasilnya, rasa lelah akan muncul meskipun durasi tidur terlihat ideal.
*
Tidur 8 jam sehari memang penting, tetapi bukan satu-satunya penentu tubuh terasa segar. Kualitas tidur, stabilitas emosi, kebiasaan sebelum tidur, asupan nutrisi, hingga aktivitas fisik punya peran yang sama besar.
Jika kamu ingin bangun dengan tubuh lebih ringan dan pikiran lebih jernih, mulai perhatikan kebiasaan kecil menjelang tidur, kelola stres dengan baik, cukupi kebutuhan nutrisi, dan biasakan tubuh untuk bergerak aktif setiap hari. Dengan begitu, tidurmu tak hanya cukup secara waktu, tapi juga berkualitas untuk memulihkan energi secara maksimal.