Bagaimana Bisa Makanan yang Tidak Diolah Membantu Menurunkan Berat Badan?
- vnexpress.net
Olret – Makanan yang tidak diolah seperti sayuran hijau dan ayam kaya akan serat dan protein, rendah lemak, dan membantu meningkatkan rasa kenyang serta mengontrol berat badan.
Makanan dibagi menjadi dua kategori
Makanan olahan termasuk sosis, daging olahan dingin, ikan kalengan, dan ayam yang diawetkan; dan makanan yang tidak diolah seperti ayam atau babi segar tanpa lemak, sayuran, telur, dan buah beri, yang tidak diasinkan atau diberi pengawet.
Makanan yang tidak diolah umumnya kaya akan protein sehat, serat, dan lemak baik, mendukung perbaikan dan pemulihan jaringan yang lebih baik, serta meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
Menstabilkan Kadar Gula Darah
Ketika kadar gula darah tidak stabil, tubuh mudah merasa lapar, memicu keinginan makan terus-menerus dan menyebabkan penambahan berat badan. Diet tinggi makanan olahan dan minuman manis sering menyebabkan lonjakan gula darah secara tiba-tiba.
Sementara itu, tubuh menyerap makanan yang tidak diolah yang kaya akan protein dan serat alami, yang memperlambat pencernaan dan menjaga kadar gula darah tetap stabil. Protein tanpa lemak dari ayam, telur, dan kacang-kacangan juga dapat memicu respons insulin yang lebih lambat, mengurangi risiko resistensi insulin dan diabetes tipe 2.
Membangun Otot
Protein adalah unsur pembangun penting bagi jaringan otot. Memberikan protein yang cukup bersamaan dengan makanan utuh yang sehat seperti ayam, telur, dan ikan berlemak membantu tubuh mendapatkan nutrisi yang diperlukan untuk membangun dan mempertahankan massa otot tanpa lemak.
Daging olahan seperti sosis dan daging asap juga kaya akan protein tetapi mengandung banyak komponen lain yang menyebabkan penambahan berat badan seperti lemak jenuh, kalori tinggi, rempah-rempah, dan garam.
Merasa lebih kenyang dan tidak terlalu lapar setelah makan
Protein, serat, dan lemak sehat dari buah-buahan, sayuran, dan daging yang tidak diolah menciptakan perasaan kenyang karena dicerna secara perlahan. Kandungan tersebut menempati lebih banyak ruang di perut, memperlambat pencernaan dan merangsang pelepasan hormon seperti peptida YY dan GLP-1, yang memberi sinyal ke otak bahwa Anda sudah kenyang.