7 Makanan Olahan yang Diam-Diam Bikin Tekanan Darah Naik
- Ist
Olret – Tekanan darah tinggi sering datang tanpa gejala jelas. Tahu-tahu pusing, cepat lelah, atau hasil cek tensi bikin kaget. Salah satu pemicunya bukan cuma karena stres, tapi juga dari makanan olahan yang sering kita anggap “aman-aman saja”. Padahal, beberapa di antaranya rutin dikonsumsi sehari-hari. Yuk, kenali tujuh makanan olahan yang bisa bikin tekanan darah naik tanpa kamu sadari.
1. Mi Instan
Mi instan jadi penyelamat di tanggal tua atau saat malas masak. Masalahnya, satu porsi mi instan mengandung natrium (garam) yang tinggi, terutama dari bumbu instannya. Asupan garam berlebih membuat tubuh menahan cairan, sehingga volume darah meningkat dan tekanan darah ikut naik.
2. Sosis dan Nugget
Olahan daging seperti sosis dan nugget praktis dan disukai banyak orang, termasuk anak-anak. Namun, di balik kelezatannya, makanan ini tinggi garam, lemak jenuh, dan pengawet. Konsumsi terlalu sering dapat membebani pembuluh darah dan meningkatkan risiko hipertensi dalam jangka panjang.
3. Kornet dan Daging Kalengan
Daging kalengan terkenal awet dan mudah diolah, tapi proses pengawetannya melibatkan kadar garam yang tinggi. Tanpa terasa, sekali makan saja sudah menyumbang sebagian besar kebutuhan natrium harian. Jika dikonsumsi rutin, tekanan darah bisa pelan-pelan merangkak naik.
4. Keripik dan Snack Asin
Ngemil sambil kerja atau nonton sering kali tidak terasa porsinya. Keripik kentang, kerupuk, dan snack asin lainnya mengandung kombinasi garam dan lemak yang bikin ketagihan. Tanpa sadar, asupan natrium bisa jauh melebihi batas aman harian.
5. Keju Olahan
Keju memang sumber kalsium, tapi keju olahan biasanya mengandung natrium lebih tinggi dibanding keju alami. Konsumsi berlebihan, apalagi dikombinasikan dengan makanan asin lain, bisa menjadi “jebakan” bagi tekanan darah, terutama pada orang yang sensitif terhadap garam.
6. Saus Botolan (Saus Sambal, Tomat, Kecap)
Saus botolan sering dianggap pelengkap kecil yang tidak berpengaruh. Padahal, satu sendok saja bisa mengandung natrium cukup tinggi. Jika digunakan berulang kali dalam satu porsi makan, jumlah garam yang masuk ke tubuh bisa cukup signifikan.