Jejak Kekuasaan Islam di Spanyol: Dari Penaklukan hingga Warisan Peradaban Dunia
- https://cdn.alkhairtravel.id/2025/09/02080723/3purecwq47i-1536x1018.jpg
Namun setelahnya, konflik suksesi dan perebutan kekuasaan melahirkan kerajaan-kerajaan kecil atau Muluk al-Thawaif. Fragmentasi politik ini secara perlahan melemahkan kekuatan Islam dan membuka ruang bagi ekspansi kerajaan Kristen.
Kejayaan Ilmu Pengetahuan dan Tradisi Intelektual Islam
Andalusia berkembang sebagai pusat ilmu pengetahuan yang menyaingi Baghdad dan Kairo. Universitas, madrasah, dan perpustakaan besar berdiri di berbagai kota, terutama di Cordova.
Lembaga-lembaga ini menarik pelajar dari berbagai latar belakang agama dan bangsa, termasuk dari Eropa Kristen, yang datang untuk mempelajari filsafat, kedokteran, matematika, astronomi, dan hukum Islam.
Tokoh-tokoh besar seperti Ibnu Rusyd, Ibnu Thufail, dan Ibnu Bajjah memainkan peran penting dalam mengembangkan tradisi intelektual rasional. Karya-karya mereka diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan menjadi rujukan utama di universitas-universitas Eropa. Melalui proses ini, Andalusia berfungsi sebagai jembatan yang mengantarkan ilmu pengetahuan Islam ke Barat dan membentuk fondasi pemikiran modern Eropa.
Pembangunan Peradaban dan Tata Kota Islam Spanyol
Kemajuan Islam di Spanyol juga tercermin dalam pembangunan fisik dan tata kota yang maju. Pemerintahan Islam membangun jalan, pasar, jembatan, sistem irigasi, serta fasilitas umum yang menunjang kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Pertanian berkembang pesat berkat pengenalan teknologi irigasi yang sebelumnya tidak dikenal oleh masyarakat setempat.
Kota Cordova dan Granada menjadi simbol kejayaan peradaban Islam. Masjid Cordova dengan arsitektur megah dan Istana Al-Hamra di Granada menunjukkan tingkat estetika dan teknik bangunan yang tinggi. Tata kota yang tertata rapi mencerminkan kemampuan pemerintahan Islam dalam mengelola wilayah secara administratif dan menciptakan kesejahteraan masyarakat.
Faktor Kemunduran dan Berakhirnya Kekuasaan Islam di Spanyol
Kemunduran Islam di Spanyol disebabkan oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Konflik berkepanjangan dengan kerajaan Kristen, lemahnya integrasi sosial antar-etnis, serta ketiadaan ideologi pemersatu menjadi masalah struktural yang serius. Di sisi lain, krisis ekonomi akibat lemahnya pengelolaan keuangan negara turut memperburuk stabilitas politik dan militer.
Puncak kemunduran terjadi ketika Granada, sebagai benteng terakhir kekuasaan Islam, jatuh ke tangan Ferdinand dan Isabella pada tahun 1492.