7 Sunnah di Hari Raya Idul Fitri yang Sering Dilupakan
- pinterest.com
Olret – Idul Fitri bukan sekadar momen baju baru, ketupat opor, dan sungkeman. Jauh lebih dalam dari itu, hari raya adalah ibadah penuh dengan amalan-amalan sunnah yang langsung dicontohkan Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Sayangnya, banyak dari sunnah tersebut sudah mulai terlupakan atau bahkan tidak diketahui sama sekali.
Sebagaimana disebutkan dalam kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali: "Hari raya bukanlah bagi orang yang mengenakan pakaian baru, namun hari raya adalah bagi orang yang ketaatannya bertambah." Berikut sunnah-sunnah Idul Fitri yang sering dilupakan, lengkap dengan dalil Al-Qur'an dan haditsnya.
1. Mandi Sebelum Berangkat Shalat Id
Mandi sebelum shalat Id adalah sunnah yang sangat dianjurkan namun kerap dilewatkan begitu saja karena terburu-buru. Padahal ini adalah salah satu adab paling awal yang diajarkan Rasulullah SAW dalam menyambut hari raya.
Merujuk pada hadist riwayat dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, ketika ditanya tentang mandi yang dianjurkan, beliau menjawab:
"Mandi pada hari Jum'at, hari Arafah, hari Idul Adha, dan Idul Fitri". (HR. Al-Baihaqi 3:278, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwa' 1:177)
Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma juga selalu mandi di hari raya Idul Fitri sebelum berangkat ke lapangan sebagai bentuk kebersihan dan penghormatan terhadap hari yang mulia ini.
2. Makan Kurma Ganjil Sebelum Shalat Id
Inilah sunnah yang paling banyak dilupakan saat pagi Idul Fitri. Banyak orang berangkat shalat dalam keadaan perut kosong, padahal Rasulullah SAW secara khusus tidak pernah berangkat shalat Id sebelum makan terlebih dahulu dan beliau makan dalam jumlah ganjil.
Hadist riwayat dari Anas radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Rasulullah SAW tidak berangkat pada hari raya Idul Fitri sampai beliau makan beberapa butir kurma, dan beliau memakannya dalam jumlah yang ganjil." (HR. Bukhari no. 953, Shahih)
Dilain hadist, "Rasulullah SAW tidak berangkat pada pagi hari Idul Fitri sebelum makan terlebih dahulu, dan beliau tidak makan pada pagi hari Idul Adha sampai beliau menyembelih kurban." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)