7 Sunnah di Hari Raya Idul Fitri yang Sering Dilupakan
- pinterest.com
Hikmahnya indah adlah makan sebelum shalat Idul Fitri adalah tanda bahwa puasa Ramadan telah benar-benar selesai tidak ada keraguan lagi bahwa hari ini bukan hari puasa. Kalau tidak ada kurma, bisa diganti dengan makanan manis lainnya dalam jumlah ganjil.
3. Bertakbir Sejak Malam hingga Berangkat Shalat
Gema takbir malam Lebaran memang masih terdengar di masjid-masjid. Tapi sunnah yang sering terlupakan adalah melanjutkan takbir dari rumah hingga ke lapangan tempat shalat dengan suara yang dikeraskan di jalan, bukan hanya diam-diam dalam hati.
Dalam sebuah ayat disebutkan "...Dan sempurnakanlah bilangan Ramadhan, dan bertakbirlah kalian kepada Allah atas petunjuk yang diberikan-Nya kepada kalian, dan supaya kalian bersyukur." (QS. Al-Baqarah: 185)
“Sesungguhnya Rasulullah SAW dahulu keluar pada hari Idul Fitri lalu bertakbir hingga sampai mushalla dan hingga ditunaikan shalat. Apabila shalat ditunaikan maka beliau memutus takbirnya." (Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ahadits Shahihah no. 170)
Ada dua jenis takbir Idul Fitri yaitu takbir muqayyad yang dilakukan setelah shalat fardhu, dan takbir mursal yang boleh dilantunkan kapan saja dan di mana saja sejak malam Lebaran hingga shalat Id dimulai.
4. Pergi dan Pulang Lewat Jalan yang Berbeda
Sunnah ini hampir pasti sudah tidak banyak yang tahu atau ingat. Rasulullah SAW punya kebiasaan unik saat hari raya beliau sengaja mengambil rute yang berbeda saat berangkat dan pulang dari tempat shalat Id. Bukan tanpa alasan, ada hikmah besar di baliknya.
Dari Jabir radhiyallahu 'anhu, ia berkata "Nabi SAW ketika berada di hari Id, beliau membedakan jalan antara pergi dan pulang". (HR. Bukhari no. 986 — Shahih)
Para ulama menjelaskan beberapa hikmah di balik sunnah ini adalah agar kedua jalan tersebut menjadi saksi amal ibadah di hari kiamat, agar bisa menyebarkan salam dan syi'ar Islam kepada lebih banyak orang di jalan yang berbeda, serta agar bisa menjumpai lebih banyak saudara muslim dalam perjalanan pulang.
5. Mengucapkan Tahniah (Selamat) dengan Lafaz yang Tepat
Saling mengucapkan selamat di hari raya adalah sunnah yang dicontohkan para sahabat Rasulullah SAW. Yang sering terlupakan adalah lafaz yang paling afdal dan paling sesuai dengan sunnah yaitu "Taqabbalallahu minna wa minkum" yang artinya: semoga Allah menerima amal kami dan amal kalian.