Pemimpin yang Adil: Amanah Ilahi dan Fondasi Negara Hukum Modern
- https://mediaislam.id/wp-content/uploads/2024/10/pemimpin-ilustrasi.jpg
Prinsip amar ma’ruf nahi munkar menjadikan pemimpin tidak netral terhadap ketidakadilan. Dalam negara demokratis, ciri ini tercermin dalam kebijakan yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menegaskan bahwa kepala daerah wajib mengutamakan kepentingan masyarakat luas, bukan golongan atau kelompok tertentu. Di sinilah nilai Islam dan hukum positif saling bertemu.
Dalil Al-Qur’an dan Hadis tentang Keadilan Pemimpin
Politik Islam
- https://asset.kompas.com/crops/kjwlDyqpv-pXy1eD8iRzoerGBIQ=/0x267:3080x2320/1200x800/data/photo/2025/09/17/68ca21f47e6f2.jpg
Al-Qur’an secara tegas memerintahkan keadilan dalam Surah An-Nahl ayat 90 (Juz 14):
“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil dan berbuat kebajikan.”
Ayat ini menjadi fondasi etik bagi seluruh tatanan sosial dan politik. Rasulullah SAW menegaskan keutamaan pemimpin adil dalam hadis riwayat Muslim:
“Penguasa yang adil termasuk penghuni surga.”
Bahkan, doa pemimpin yang adil tidak ditolak sebagaimana diriwayatkan dalam HR. Ahmad. Dalil-dalil ini menempatkan keadilan sebagai puncak kemuliaan kepemimpinan.
Teladan Sejarah dan Relevansi Kontemporer
Politik Islam
- https://suaraaisyiyah.id/wp-content/uploads/2024/02/Politik-Islam.jpg
Praktik keadilan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab menunjukkan bahwa hukum berlaku setara tanpa pandang bulu. Umar bahkan memenangkan perkara seorang Yahudi atas Muslim, menegaskan supremasi keadilan di atas identitas.
Dalam konteks hari ini, teladan tersebut relevan ketika publik menuntut penegakan hukum yang tidak diskriminatif. Negara hukum hanya akan dipercaya jika pemimpinnya adil dalam kebijakan dan penegakan hukum, bukan tunduk pada tekanan politik atau kepentingan elite.
Jaminan Moral dan Sosial bagi Pemimpin yang Adil
Islam menjanjikan balasan spiritual bagi pemimpin adil berupa kecintaan Allah dan jaminan surga. Sebaliknya, pemimpin zalim diancam tidak mencium bau surga sebagaimana ditegaskan dalam HR. Bukhari.
Ancaman ini menunjukkan beratnya tanggung jawab kekuasaan. Secara sosial, keadilan pemimpin melahirkan stabilitas, kepercayaan publik, dan ketertiban hukum. Inilah tujuan utama negara hukum: menciptakan masyarakat yang aman, sejahtera, dan bermartabat melalui kepemimpinan yang adil dan bertanggung jawab.
Catatan Penting
Pemimpin yang adil adalah titik temu antara ajaran Islam dan prinsip negara hukum modern. Keadilan bukan hanya tuntutan moral, tetapi juga keharusan konstitusional.