Kehidupan Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran: Tekad Untuk Menghadapi AS Hingga Akhir
- Al Jazeera
Olret – Dari seorang biksu pemula hingga menjadi tokoh paling berpengaruh di Iran, Khamenei selalu menggunakan konfrontasi dengan AS sebagai prinsip panduan strateginya, hingga kematiannya dalam serangan di Teheran.
Media pemerintah Iran mengkonfirmasi pada pagi hari tanggal 1 Maret bahwa Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, 86 tahun, telah meninggal sebagai martir setelah serangan skala besar oleh AS dan Israel terhadap target-target penting di Teheran, termasuk kediaman Khamenei. Pemerintah Iran menyatakan 40 hari masa berkabung nasional untuk memperingati Pemimpin Tertinggi.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa Khamenei meninggal ketika serangan udara terkoordinasi AS-Israel menghantam kompleks tempat ia menginap. Trump mengatakan bahwa Khamenei dan pejabat tinggi Iran lainnya tidak dapat lolos dari sistem intelijen dan pengawasan canggih AS dan Israel.
Menurut para pengamat, Khamenei adalah target prioritas utama AS dan Israel dalam kampanye serangan udara karena, selama hampir empat dekade, ia selalu menganggap konfrontasi dan perlawanan sengit terhadap kedua musuh ini sebagai prinsip panduan dari semua tindakannya. Oleh karena itu, kematiannya tidak diragukan lagi merupakan pukulan berat bagi Teheran.
Ali Khamenei
- Al Jazeera
Lahir pada tahun 1939 di Mashhad, sebuah kota suci bagi kaum Syiah di timur laut Iran, Khamenei adalah putra seorang pemimpin Islam terkemuka keturunan Azerbaijan dari negara tetangga Irak. Keluarganya awalnya menetap di Tabriz, barat laut Iran, sebelum pindah ke Mashhad, sebuah tujuan ziarah di mana ayahnya memimpin sebuah masjid Azerbaijan.
Khamenei menggambarkan ibunya, Khadijeh Mirdamadi, sebagai seorang pembaca Al-Quran dan buku-buku lainnya yang tekun. Ia menanamkan dalam dirinya kecintaan pada sastra dan puisi, dan kemudian mendukung partisipasinya dalam gerakan melawan pemerintahan dinasti Pahlavi di Iran.
Lahir pada tahun 1939 di Mashhad, sebuah kota suci bagi kaum Syiah di timur laut Iran, Khamenei adalah putra seorang pemimpin Islam terkemuka keturunan Azerbaijan dari negara tetangga Irak. Keluarganya awalnya menetap di Tabriz, barat laut Iran, sebelum pindah ke Mashhad, sebuah tujuan ziarah di mana ayahnya memimpin sebuah masjid Azerbaijan.