Media Iran Mengkonfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei
- Reuters
Olret – Media Iran melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah dibunuh.
AS merilis video rudal dan pesawat yang menyerang Iran dari lepas pantai.
Kantor berita Tasnim dan Fars mengkonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan AS-Israel.
Kantor berita Fars melaporkan bahwa pemerintah telah menetapkan 40 hari masa berkabung nasional menyusul pembunuhan Khamenei, bersamaan dengan tujuh hari libur nasional. Tidak ada detail mengenai pembunuhan tersebut yang dirilis.
Sebelumnya, kantor berita Fars juga melaporkan bahwa putri, menantu, dan cucu Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei tewas dalam sebuah serangan.
Media Iran yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan beberapa pejabat tinggi Iran awalnya membantah laporan tentang kematian pemimpin tertinggi negara itu, meskipun ada klaim dari Israel dan Presiden AS Donald Trump.
Menurut Al Jazeera, konstitusi Iran memiliki prosedur untuk menangani kematian pemimpin tertinggi. Berdasarkan prosedur tersebut, dewan beranggotakan tiga orang, termasuk presiden Iran, kepala peradilan, dan seorang ulama dari Dewan Penjaga Konstitusi, mengambil alih pengelolaan negara.
Laporan telah muncul mengenai peralihan kekuasaan kepada Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional, tetapi hal ini belum dikonfirmasi.
Pembunuhan Khamenei dapat menandai perubahan besar di Iran dan kawasan tersebut. Ia memainkan peran penting dalam Revolusi Islam, tokoh sentral sebelum dan sesudah revolusi, dan dihormati sebagai martir Revolusi Islam.
Serangan AS-Israel terhadap Iran memasuki hari kedua. Iran juga meningkatkan pembalasannya dengan rudal dan drone.
Iran mengkonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Khamenei.
Media pemerintah Iran hari ini mengkonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei tewas dalam serangan udara oleh Amerika Serikat dan Israel.
"Kami memberitahukan kepada rakyat Iran bahwa Ayatollah Agung Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, telah tewas dalam serangan terkoordinasi oleh Amerika Serikat dan Israel yang kriminal," demikian pengumuman kantor berita pemerintah Iran hari ini.
Kantor berita tersebut menggambarkan Pemimpin Tertinggi Khamenei sebagai "seorang pejuang hebat yang mendedikasikan hidupnya untuk pembangunan dan kedudukan Iran dan Islam." "Semoga beliau dipersatukan kembali dengan para Imam dan pemimpin para syuhada," lanjut laporan tersebut.
Pemerintah Iran menyatakan 40 hari masa berkabung nasional, dengan tujuh hari libur nasional di seluruh negeri.