2 Kebiasaan Kerja yang Tampaknya Tidak Efektif Tapi Dicintai Otak
- sanook
Individu dengan kecenderungan tinggi terhadap pemikiran yang bertele-tele juga berkinerja lebih baik pada tes peralihan tugas, artinya mereka dapat mengubah pemikiran mereka lebih cepat. Ini dianggap sebagai tanda pemikiran yang fleksibel.
Salah satu kebiasaan yang berkaitan erat dengan pikiran yang mengembara adalah kemampuan untuk menghasilkan pikiran spontan. Sebuah studi tahun 2024 yang diterbitkan di PNAS Nexus menganalisis pola pikir spontan dari lebih dari 3.300 orang menggunakan Pemrosesan Bahasa Alami.
Menurut studi tersebut, pikiran yang muncul ketika Anda tidak mencoba memikirkan sesuatu yang spesifik sering kali berputar di sekitar tujuan yang penting bagi Anda, dan membantu otak mengatur dan mengingat informasi dengan lebih baik.
Sederhananya, ketika Anda berpikir Anda sedang memikirkan hal-hal acak, otak Anda mungkin secara diam-diam memproses dan mengatur data, daripada hanya menghasilkan pikiran acak yang tidak bermakna.
Menggabungkan Fokus dan Kemampuan Mengembara untuk Meningkatkan Kinerja Kerja
Bertahan Di Tempat Kerja Yang Kurang Menyenangkan
- freepik.com
Namun, mengembara bukanlah obat mujarab. Manfaatnya hanya terlihat ketika diimbangi dengan pengendalian perhatian.
Jika Anda cenderung membiarkan pikiran Anda mengembara sambil tetap mempertahankan fokus yang baik dan kemampuan observasi diri, Anda mungkin sedang memanfaatkan pola pikir yang mendukung kreativitas, fleksibilitas, dan pemecahan masalah.
Kebiasaan Kedua: Berbicara pada Diri Sendiri
Bekerja Penuh Dengan Tekanan
- www.freepik.com/lifestylememory
Berbicara pada diri sendiri, baik dalam hati maupun pelan, terkadang tampak aneh atau membuat orang lain berpikir Anda tidak stabil.
Namun, studi psikologis terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan ini dapat membantu Anda mengendalikan diri dengan lebih baik, merencanakan dengan lebih jelas, dan mengamati ke mana pikiran Anda mengarah.
Sederhananya, ini seperti membimbing diri sendiri untuk menjernihkan pikiran dan bekerja lebih sistematis.
Orang yang sering melakukan dialog internal cenderung memiliki pemahaman yang lebih baik tentang diri mereka sendiri.
Sebuah studi tahun 2023 terhadap mahasiswa (yang diterbitkan dalam jurnal Behavioral Sciences) menunjukkan bahwa mereka yang sering berbicara dalam hati cenderung memiliki pengendalian diri yang lebih baik dan merasa lebih memahami diri mereka sendiri.
Sederhananya, lebih banyak berbicara pada diri sendiri sering kali muncul ketika Anda tahu apa yang Anda inginkan dan tahu bagaimana menjaga diri tetap pada jalur yang benar.