Mengapa Waktu Malam Sebelum Tidur Sering Jadi Waktu Overthinking?

Kebiasaan Buruk yang Membuat Tidurmu Tidak Nyenyak
Sumber :

Olret – Sepanjang hari, pikiran terasa sibuk namun terkendali. Aktivitas berjalan normal, pekerjaan terselesaikan, dan emosi relatif stabil. Namun ketika malam tiba, lampu kamar dipadamkan, dan tubuh mulai beristirahat, pikiran justru terasa semakin aktif.

Rekomendasi 7 Kegiatan Me Time Yang Menyenangkan dan Menenangkan

Hal-hal kecil yang sempat terabaikan muncul satu per satu, berubah menjadi rangkaian pemikiran yang sulit dihentikan. Inilah yang sering disebut sebagai overthinking sebelum tidur.

Fenomena ini bukan tanpa alasan. Ada beberapa proses alami dalam tubuh dan otak yang membuat malam hari menjadi waktu paling rentan untuk berpikir berlebihan.

Benarkah Baca Buku Bikin Cepat Lupa? Ini Fakta Sebenarnya

Otak Akhirnya Terlepas dari Distraksi

Di siang hari, perhatian kita terus teralihkan oleh berbagai hal. Notifikasi, percakapan, pekerjaan, dan rutinitas membuat otak tidak punya ruang untuk benar-benar memproses pikiran secara mendalam. Ketika malam datang dan semua gangguan itu berhenti, otak justru mulai membuka “folder” pikiran yang tertunda.

5 Tipe MBTI yang Paling Suka Kerja Dikejar Deadline, Makin Tertekan Justru Makin Fokus

Masalah yang sebelumnya terasa biasa saja akhirnya muncul ke permukaan karena tidak lagi tertutup oleh kesibukan.

Kondisi Lelah Menurunkan Daya Tahan Emosi

Saat tubuh kelelahan, kemampuan otak untuk mengelola emosi ikut menurun. Pikiran menjadi lebih sensitif, dan emosi negatif terasa lebih kuat. Kekhawatiran tampak lebih besar, rasa bersalah terasa lebih dalam, dan pikiran cenderung berputar pada kemungkinan terburuk.

Inilah alasan mengapa keputusan dan pemikiran di malam hari sering terasa lebih berat dibandingkan di pagi atau siang hari.

Keheningan Malam Membuat Pikiran Lebih Dominan

Suasana malam yang sunyi memang menenangkan, tetapi juga membuat pikiran terdengar lebih jelas. Tanpa suara latar dari aktivitas sehari-hari, dialog batin menjadi semakin dominan. Pikiran yang biasanya hanya sekilas, kini terasa berulang dan sulit diabaikan.

Bagi sebagian orang, keheningan ini membantu refleksi. Namun bagi yang menyimpan banyak beban pikiran, malam hari justru menjadi waktu paling ramai di kepala.

Otak Masuk Mode Evaluasi Diri

Secara alami, malam hari adalah waktu otak melakukan evaluasi. Apa yang sudah terjadi hari ini, apa yang kurang, dan apa yang seharusnya bisa dilakukan lebih baik. Proses ini sebenarnya sehat, selama tidak berubah menjadi penghakiman diri yang berlebihan.

Halaman Selanjutnya
img_title