Benarkah Baca Buku Bikin Cepat Lupa? Ini Fakta Sebenarnya

Ilustrasi membaca bersama
Sumber :
  • Pexels/Antoni Shkraba Studio

Olret –  Fenomena rajin membaca tapi justru sering lupa hal-hal sepele, seperti menaruh remot TV, kunci, atau ponsel, cukup sering dialami banyak orang.

7 Cara Meningkatkan Fokus di Tengah Distraksi yang Makin Banyak

Kondisi ini lalu memunculkan anggapan bahwa kebiasaan membaca buku bisa membuat seseorang jadi pelupa. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Ada penjelasan ilmiah yang jauh lebih masuk akal di baliknya.

Membaca Buku Tidak Membuat Otak Melemah

Cara Membiasakan Diri Rutin Baca Buku Setiap Hari Tanpa Terasa Berat

Ilustrasi self care dengan membaca buku

Photo :
  • Unsplash/Joel Muniz

Secara ilmiah, membaca buku justru memberi banyak manfaat bagi otak. Aktivitas ini melatih konsentrasi, memperkaya kosakata, memperkuat daya ingat jangka panjang, serta membantu menjaga kesehatan kognitif seiring bertambahnya usia.

5 Sumber Probiotik Rumahan Hemat Budget dan Tetap Sehat

Penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan membaca secara rutin berkaitan dengan fungsi otak yang lebih baik dan risiko penurunan kognitif yang lebih rendah.

Fokus Terlalu Dalam Bisa Membuat Lupa Sekitar

Ilustrasi membaca bersama

Photo :
  • Pexels/Antoni Shkraba Studio

Saat membaca buku yang menarik, otak bisa masuk ke kondisi deep focus atau cognitive absorption. Dalam kondisi ini, perhatian sepenuhnya tercurah pada isi bacaan. Otak memprioritaskan informasi dari buku dan mengesampingkan kejadian kecil di sekitar.

Akibatnya, aktivitas sederhana seperti meletakkan remot atau kunci dilakukan tanpa perhatian penuh. Informasi tersebut tidak tersimpan dengan baik dalam memori, bukan karena otak melemah, tetapi karena sejak awal tidak dianggap penting oleh sistem memori.

Working Memory Punya Kapasitas Terbatas

Ilustrasi membaca buku

Photo :
  • https://www.pexels.com/@pixabay

Otak manusia memiliki working memory yang kapasitasnya terbatas. Saat membaca, ruang memori ini digunakan untuk memahami alur, tokoh, dan makna bacaan. Jika di waktu yang sama seseorang melakukan aktivitas kecil lain, otak akan memilih informasi yang dianggap lebih penting. Hal-hal sepele seperti lokasi barang pun mudah terlewat.

Pikiran Masih Tenggelam dalam Bacaan

Membaca buku

Photo :
  • shutterstock

Setelah selesai membaca, pikiran sering kali masih terhubung dengan isi buku, terutama jika bacaan tersebut emosional atau kompleks. Kondisi ini dikenal sebagai mind wandering.

Tubuh mungkin sudah berpindah aktivitas, tetapi perhatian mental masih berada di dunia bacaan. Inilah sebabnya kejadian kecil setelah membaca sering tidak terekam jelas dalam ingatan.

Multitasking Jadi Biang Kerok

Halaman Selanjutnya
img_title