Mengapa Wanita Bisa Merasa Lebih Kalem Saat Menstruasi?
- https://www.freepik.com/
Pada sebagian wanita, hal ini membuat mereka lebih introspektif dan tidak terlalu reaktif.
4. Lebih Introspektif, Lebih Reflektif
Ada teori yang menyebutkan bahwa fase menstruasi adalah fase refleksi dalam siklus bulanan perempuan. Secara alami, fokus cenderung beralih dari dunia luar ke dalam diri.
Itulah kenapa banyak wanita merasa:
- Lebih suka menyendiri
- Lebih ingin me time
- Tidak terlalu ambisius
- Lebih menerima keadaan
Ketika tekanan eksternal tidak terlalu dikejar, emosi pun terasa lebih stabil.
5. Setiap Wanita Punya Respons Berbeda
Penting dipahami bahwa tidak ada satu pola emosi yang sama untuk semua wanita. Faktor seperti kualitas tidur, tingkat stres, pola makan, aktivitas fisik, dan kondisi hormonal masing-masing sangat berpengaruh.
Menurut World Health Organization, variasi respons tubuh terhadap siklus menstruasi adalah hal yang normal dan dipengaruhi banyak faktor biologis serta lingkungan.
Jadi kalau kamu merasa lebih kalem saat haid, itu bukan aneh. Itu variasi alami.
Menstruasi bukan hanya peristiwa fisik, tetapi juga perubahan ritme biologis dan emosional. Pada sebagian wanita, fase ini justru menjadi momen tubuh melambat, hormon lebih stabil setelah PMS, dan pikiran lebih reflektif. Kombinasi inilah yang bisa membuat perasaan terasa lebih tenang.
Daripada melihat menstruasi sebagai “masa drama hormon”, mungkin kita bisa mulai melihatnya sebagai fase reset. Fase di mana tubuh memberi sinyal untuk tidak terlalu keras pada diri sendiri.
Karena menjadi lebih kalem saat haid bukan kelemahan bagi wanita itu sendiri. Karena itulah cara tubuh menjaga keseimbangan.