Penyebab Timbul Rasa Kantuk Setelah Makan Sahur
- pinterest.com
Olret – Alarm sahur sudah bunyi, makan sudah selesai, ibadah sudah ditunaikan. Tapi begitu duduk sebentar malahan mata langsung terasa berat. Rasa kantuk setelah sahur seolah jadi kebiasaan tahunan saat bulan Ramadan. Sebenarnya, kenapa sih ini bisa terjadi?
Ternyata, rasa kantuk setelah sahur bukan sekadar karena bangun terlalu pagi. Ada penjelasan ilmiahnya.
Jam biologis tubuh sedang di fase tidur
Tubuh manusia punya ritme sirkadian, yaitu jam biologis yang mengatur kapan kita merasa segar dan kapan mengantuk. Ritme ini diatur oleh bagian otak bernama suprachiasmatic nucleus. Menurut penelitian dari Harvard Medical School, secara alami tubuh manusia berada dalam fase tidur paling dalam antara pukul 02.00–04.00 dini hari.
Nah, sahur biasanya dilakukan di rentang waktu tersebut. Artinya, kamu sedang “memaksa” tubuh bangun saat ia seharusnya berada di fase istirahat maksimal. Tidak heran setelah makan dan aktivitas selesai, tubuh ingin kembali ke mode tidur.
Lonjakan gula darah setelah makan
Saat sahur, apalagi kalau menu didominasi karbohidrat sederhana seperti nasi putih, roti manis, atau minuman manis, gula darah bisa naik cukup cepat. Lonjakan ini membuat tubuh memproduksi insulin untuk menstabilkannya.
Setelah itu, kadar gula bisa turun kembali dan memicu rasa lemas serta kantuk. Inilah yang sering disebut sugar crash. Jadi bukan cuma kurang tidur, tapi juga efek metabolisme makanan.
Proses pencernaan butuh energi
Setelah makan, tubuh mengalihkan sebagian aliran darah ke sistem pencernaan. Energi difokuskan untuk mengolah makanan menjadi nutrisi. Akibatnya, suplai darah ke otak sedikit berkurang dan muncul sensasi mengantuk.
Ini sebabnya banyak orang merasa ingin rebahan setelah makan besar, termasuk saat sahur.
Hormon melatonin belum benar-benar turun
Melatonin adalah hormon yang mengatur rasa kantuk. Produksinya meningkat saat malam hari dan menurun saat pagi. Namun saat sahur, matahari belum terbit sempurna. Artinya, kadar melatonin dalam tubuh masih cukup tinggi.
Paparan cahaya matahari biasanya membantu menekan produksi melatonin. Kalau setelah sahur kamu langsung kembali ke kamar yang gelap, tubuh makin “yakin” bahwa ini masih waktu tidur.