GERD Kumat Saat Puasa? Ini 6 Penyebab yang Sering Nggak Disadari
Olret – Banyak orang berharap puasa bisa bikin sistem pencernaan “istirahat sejenak”. Tapi kenyataannya, justru muncul keluhan dada panas, perut begah, sampai rasa asam naik ke tenggorokan. Kondisi ini sering dianggap karena menahan lapar terlalu lama, padahal penyebab utamanya justru perubahan pola makan dan kebiasaan selama Ramadan.
Tanpa sadar, rutinitas yang terlihat sepele malah bisa memancing asam lambung naik. Berikut enam penyebab GERD sering kambuh saat puasa.
1. Berbuka Terlalu Banyak dalam Sekali Makan
Seharian kosong membuat kita ingin langsung makan besar saat azan magrib. Namun, lambung yang tiba-tiba terisi penuh akan mengalami peningkatan tekanan. Kondisi ini memudahkan asam lambung terdorong naik ke kerongkongan dan menimbulkan sensasi heartburn. Berbuka sebaiknya dilakukan bertahap, bukan sekaligus.
2. Kebanyakan Gorengan dan Makanan Berlemak
Gorengan memang jadi “menu favorit” saat berbuka. Sayangnya, makanan tinggi lemak lebih lama dicerna sehingga bertahan lebih lama di lambung. Ini membuat produksi asam meningkat dan risiko refluks jadi lebih besar. Lemak juga dapat melemahkan katup lambung yang berfungsi menahan asam agar tidak naik.
3. Minum Banyak Sekaligus Saat Berbuka
Rasa haus sering membuat orang minum dalam jumlah besar sekaligus. Padahal, lambung yang mendadak penuh cairan bisa meningkatkan tekanan di dalamnya. Akibatnya, asam lambung lebih mudah naik. Cara yang lebih aman adalah minum secara bertahap dari berbuka hingga malam hari.
4. Langsung Tidur Setelah Sahur
Kebiasaan ini sangat umum terjadi karena waktu sahur yang mepet dengan waktu istirahat. Saat tubuh langsung berbaring setelah makan, gravitasi tidak membantu menahan isi lambung. Posisi tidur mempermudah asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan, sehingga gejala GERD muncul di pagi atau siang hari.
5. Salah Memilih Menu Sahur
Sahur bukan hanya soal kenyang, tapi juga soal jenis makanan. Makanan pedas, asam, kopi, cokelat, dan minuman berkafein dapat merangsang produksi asam lambung berlebih. Jika dikonsumsi saat sahur, efeknya bisa terasa sepanjang hari saat lambung kosong.
6. Pola Makan Ramadan Jadi Tidak Teratur
Perubahan jadwal makan sering membuat ritme tubuh ikut berubah. Ada yang melewatkan sahur, berbuka terlalu berat, lalu makan lagi larut malam. Pola makan yang tidak konsisten dapat mengganggu keseimbangan produksi asam lambung dan membuat gejala GERD lebih mudah muncul.