6 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-diam Merusak Kualitas Sperma Pria
- freepik.com
Olret – Produksi sperma terjadi terus-menerus di testis dan mudah dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Yang mengkhawatirkan, banyak pria mempertahankan kebiasaan buruk selama bertahun-tahun tanpa menyadari bahwa kebiasaan tersebut membahayakan kesehatan reproduksi mereka.
Penurunan kesuburan pria semakin umum terjadi, terutama karena kebiasaan gaya hidup tidak sehat yang berdampak negatif pada kuantitas dan kualitas sperma.
Menurut ahli andrologi Dr. Nguyen Duy Khanh, kualitas sperma bergantung pada banyak faktor. Faktor masukan sangat penting. Misalnya, diet seimbang, istirahat teratur, dan gaya hidup yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas sperma yang sehat.
Berikut adalah 6 kebiasaan yang memengaruhi sperma yang umum dilakukan oleh sebagian besar pria:
1. Memaparkan 'area genital' pada suhu yang terlalu tinggi
Mematikan perangkat laptop
- Shutterstock
Anatomi pria unik; testis terletak di luar rongga perut, di dalam kulit skrotum. Lokasi ini membantu menjaga suhu testis sekitar 1 hingga 2 derajat Celcius lebih rendah dari suhu tubuh. Ini penting untuk produksi sperma yang normal dan sehat. Namun, beberapa kebiasaan gaya hidup secara tidak sengaja mengganggu mekanisme alami ini.
Pertama, kebiasaan mandi dengan air yang terlalu panas atau berendam di bak air panas, atau sauna yang terlalu lama. Ketika suhu skrotum meningkat, sel-sel germinal di testis rusak, mengurangi jumlah sperma yang diproduksi dan menyebabkan sperma bergerak lebih lambat.
Kedua, kebiasaan mengenakan pakaian dalam yang terlalu ketat, pas badan, atau terbuat dari bahan nilon yang tidak menyerap keringat. Ini menekan testis ke tubuh, meningkatkan suhu dan menghambat aliran darah ke organ reproduksi.
Selain itu, pekerja kantoran sering memiliki kebiasaan meletakkan laptop di pangkuan mereka saat bekerja. Panas yang dipancarkan dari komputer, dikombinasikan dengan posisi duduk dengan kaki tertutup, menyebabkan area genital menjadi panas dengan sangat cepat, yang secara langsung membahayakan kemampuan reproduksi.
2. Pola Makan Tidak Sehat dan Obesitas
Alkohol
- 24h.com.vn
Terdapat korelasi yang kuat antara lingkar pinggang dan kualitas sperma. Studi menunjukkan bahwa pria yang kelebihan berat badan dan obesitas cenderung memiliki jumlah sperma yang lebih rendah dan tingkat sperma abnormal yang lebih tinggi dibandingkan pria dengan berat badan normal.