6 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-diam Merusak Kualitas Sperma Pria
- freepik.com
Hal ini karena kelebihan jaringan lemak dalam tubuh pria mengubah hormon testosteron menjadi hormon estrogen. Ketidakseimbangan hormon ini menyebabkan testis berfungsi kurang efektif.
Selain berat badan, mengonsumsi terlalu banyak makanan olahan juga merupakan masalah utama. Daging asap, sosis, dan makanan cepat saji mengandung banyak pengawet dan lemak tidak sehat tetapi miskin mikronutrien.
Sperma membutuhkan banyak vitamin dan mineral seperti seng, selenium, vitamin C dan E untuk mengembangkan membran pelindungnya secara penuh. Tanpa antioksidan ini, sperma mudah diserang oleh radikal bebas, menyebabkan kerusakan pada struktur DNA-nya.
3. Merokok dan Konsumsi Alkohol Berlebihan Mempengaruhi Kualitas Sperma
Penyakit Mematikan Akibat Merokok
- shutterstock
Alkohol dan tembakau adalah dua musuh terbesar kesehatan reproduksi, namun keduanya merupakan kebiasaan yang sulit dihentikan bagi banyak pria. Pria yang merokok secara teratur seringkali memiliki jumlah sperma yang rendah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tembakau meningkatkan tingkat sperma abnormal secara morfologis dan mengurangi motilitas, sehingga mempersulit pembuahan.
Mengenai alkohol, penyalahgunaan alkohol menghambat sistem saraf pusat dan hati. Ketika fungsi hati terganggu karena alkohol, kadar testosteron dalam darah menurun. Konsumsi alkohol yang berkepanjangan juga dapat menyebabkan atrofi testis dan disfungsi ereksi.
4. Stres Berkepanjangan dan Begadang
stress
- https://pixabay.com/photos/man-training-lazy-tired-fitness-5530768/
Dalam masyarakat modern, tekanan pekerjaan dan keuangan seringkali menyebabkan pria mengalami stres. Saat stres, tubuh melepaskan hormon yang disebut kortisol untuk membantu mengatasi tekanan tersebut.
Namun, kortisol dan testosteron adalah dua hormon yang berlawanan. Ketika kadar kortisol meningkat, kadar testosteron menurun. Jika stres berlanjut, produksi sperma akan terganggu atau terhenti.
Kebiasaan begadang, kurang tidur, atau kualitas tidur yang buruk juga secara signifikan mengurangi kadar hormon, yang menyebabkan penurunan libido dan kualitas sperma pada hari berikutnya.
5. Menyimpan ponsel di saku depan
Ponsel Lipat Paling Murah
- Youtube
Meskipun masalah ini masih diperdebatkan, ada semakin banyak bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa gelombang elektromagnetik dan panas dari ponsel dapat berdampak negatif pada produksi sperma.
Kebiasaan menyimpan ponsel di saku depan menempatkan perangkat sangat dekat dengan testis. Saat ponsel aktif, terhubung ke jaringan, atau menerima panggilan, ponsel memancarkan radiasi panas dan gelombang elektromagnetik. Paparan jarak dekat yang berkepanjangan dapat berkontribusi pada penurunan motilitas dan vitalitas sperma.