2 Kali Lipat Lebih Bahaya dari Kurang Tidur, Ini Penjelasannya
- vnexpress.net
Olret – Konsekuensi kesehatan akibat kurang tidur dapat diperparah oleh kebiasaan yang dimiliki banyak orang.
Menurut sebuah studi yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal BMC Cardiovascular Disorders, seberapa teratur Anda tidur dapat berdampak signifikan pada kesehatan kardiovaskular jangka panjang Anda, terutama jika Anda secara konsisten kurang tidur.
Para penulis dari Universitas Oulu (Finlandia) mempelajari lebih dari 3.200 orang, sebagian besar wanita, yang tinggal di Finlandia Utara. Semuanya lahir pada tahun 1966 dan pola tidur mereka dipantau selama sekitar satu dekade menggunakan akselerometer yang dapat dikenakan.
Bahaya Tidur Tengkurap
- freepik.com
Selama periode pemantauan, 4% dari sukarelawan mengalami kejadian kardiovaskular utama (MACE), termasuk infark miokard, stroke, angina tidak stabil, rawat inap karena gagal jantung, atau kematian akibat penyakit kardiovaskular.
Secara khusus, mereka yang memiliki jadwal tidur tidak teratur – tidur di malam hari dan bangun pada waktu yang berbeda setiap pagi – memiliki risiko dua kali lipat mengalami MACE jika mereka tidak mendapatkan tidur sehat yang direkomendasikan yaitu 7 jam 56 menit.
Menurut para peneliti, jadwal tidur yang tidak teratur dapat mengganggu ritme sirkadian, sehingga memperkuat efek negatif dari kurang tidur.
Sementara itu, tidur yang cukup tampaknya membantu Anda mengatasi efek negatif dari waktu tidur dan bangun yang tidak teratur dengan lebih mudah.
Temuan ini sekali lagi menunjukkan bahwa tidur malam yang sehat membutuhkan lebih dari sekadar durasi yang cukup. Faktor lain seperti kualitas tidur dan jadwal tidur juga memiliki dampak yang signifikan.
Beberapa penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa tidur dengan jadwal tetap menawarkan situasi "menang-menang": ritme sirkadian membantu Anda lebih mudah tertidur dan bangun dengan lebih waspada.
Insomnia bisa menjadi tanda awal penyakit ini.
Kebiasaan Malam Hari yang Meningkatkan Risiko Stroke Saat Tidur
- Gemini Ai
Para ilmuwan Amerika telah menemukan mekanisme di balik hubungan antara insomnia kronis dan penyakit Alzheimer.
Menurut Science Alert, sebuah studi baru dari Universitas Kentucky (AS) menunjukkan bahwa protein tau yang beracun dapat "membajak" pasokan energi otak, menyebabkan rangsangan berlebihan pada neuron, sehingga menyebabkan insomnia.
Sementara itu, akumulasi gumpalan protein tau di otak telah lama dianggap sebagai salah satu penyebab penyakit Alzheimer.