9 Kebiasaan Tersembunyi yang Diam-Diam Merusak Tiroid
- 24h.com.vn
Olret – Kelenjar tiroid tidak hanya mengontrol metabolisme, tetapi juga merupakan pengatur utama energi, hormon, suasana hati, siklus menstruasi, pencernaan, dan bahkan kesehatan kulit. Namun, kita sering mengabaikannya kecuali jika muncul masalah tertentu.
Faktanya, kelenjar tiroid dipengaruhi oleh apa yang kita makan, bagaimana kita tidur, dan bahkan apa yang kita hirup setiap hari. Berikut adalah beberapa faktor tersembunyi yang merusak kelenjar tiroid yang harus diketahui oleh setiap orang:
1. Stres
Ilustrasi merasa stress
- https://www.pexels.com/@MasterCowley
Stres psikologis atau fisiologis yang berkepanjangan dapat mengubah keseimbangan tiroid, yang menyebabkan penurunan penyerapan hormon. Ini adalah mekanisme yang terkait dengan stres berkepanjangan, kelelahan, dan metabolisme yang melambat.
2. Pestisida
Banyak pestisida (organoklorin, organofosfat, piretroid) dapat mengikat reseptor hormon, mengubah kadar hormon tiroid yang beredar dan membebani detoksifikasi, terutama dengan paparan yang berkepanjangan, bahkan pada kadar rendah.
3. Kurang Tidur
Mengapa Saya Tidur Dengan Mata Terbuka
- vnexpress.net
Tidur sangat penting untuk mengatur sumbu tiroid. Dalam sebuah studi besar pada orang dewasa di AS, durasi tidur kurang dari 7 jam dikaitkan dengan hipotiroidisme. Jika Anda secara konsisten mengurangi waktu tidur, tiroid Anda mungkin kurang memproduksi hormon atau salah memetabolisme hormon tanpa tanda-tanda yang jelas.
4. Kurang Makan atau Puasa Intermiten
Ketika asupan kalori berkurang atau puasa menjadi sering, tubuh mengurangi produksi hormon tiroid untuk menghemat energi. Hal ini dapat berdampak negatif pada metabolisme tanpa tubuh memberikan sinyal yang jelas.
5. Olahraga Berlebihan
Olahraga
- shutterstock
Olahraga berlebihan dalam jangka waktu lama tanpa waktu pemulihan yang cukup menyebabkan stres fisiologis yang berkepanjangan. Pemulihan melambat, dan sinyal yang berkaitan dengan tiroid dapat berubah, menyebabkan kelelahan, penurunan kinerja, dan metabolisme yang melambat.
6. Kekurangan Vitamin D, Seng, atau Zat Besi
Vitamin D mengatur keseimbangan imun (terkait dengan penyakit tiroid autoimun), zat besi penting untuk fungsi tiroid peroksidase, dan seng mendukung deiodinase dan reseptor hormon. Kekurangan salah satu nutrisi ini dapat mengganggu sintesis tiroid, metabolisme, atau regulasi imun.
7. Kadar Selenium atau Magnesium Rendah
Selenium penting untuk enzim deiodinase dan selenoprotein antioksidan di tiroid. Kekurangan magnesium juga terkait dengan metabolisme.
8. Produk Perawatan Kulit
Banyak produk perawatan tubuh dan kulit mengandung paraben, ftalat, dan fenol, yang diserap melalui kulit dan berpotensi menjadi pemicu stres tiroid.
9. Produk Pembersih
Deterjen dan pelembut kain mungkin mengandung alkilfenol etoksilat (NPE), musk sintetis, dan ftalat yang terkait dengan pewangi. Studi laboratorium dan sel menunjukkan bahwa beberapa di antaranya dapat menghambat sinyal reseptor tiroid, sehingga berpotensi menjadi beban endokrin.