Mengapa Wanita Bisa Merasa Lebih Kalem Saat Menstruasi?

Menstruasi
Sumber :
  • https://www.freepik.com/

Olret – Selama ini menstruasi sering dikaitkan dengan emosi naik-turun, sensitif, atau mudah marah. Tapi tidak semua wanita mengalaminya seperti itu. Ada juga yang justru merasa lebih tenang, lebih kalem, bahkan lebih “slow” saat sedang haid.

4 Gangguan Kesehatan di Balik Penipisan Bulu Mata secara Drastis

Fenomena ini bukan sugesti. Ada penjelasan biologis dan psikologis di baliknya. Siklus menstruasi bukan cuma urusan fisik, tapi juga melibatkan hormon dan cara kerja otak.

Yuk, kita bahas dari sisi ilmiahnya.

5 Karakteristik Pria "Subur": Apakah Anda Memiliki Salah Satunya?

1. Fase PMS Sudah Lewat, Tubuh Masuk Mode Stabil

Sebelum menstruasi datang (fase luteal akhir), hormon estrogen dan progesteron biasanya berada pada level tinggi lalu turun drastis. Fluktuasi inilah yang sering memicu PMS: mudah tersinggung, overthinking, atau lebih sensitif.

Mengungkap 5 Karakteristik Pria Dengan Fungsi Reproduksi yang Kuat

Begitu menstruasi dimulai, hormon memang sedang rendah, tapi relatif lebih stabil dibanding fase sebelumnya. Menurut penjelasan dari Mayo Clinic, perubahan kadar estrogen berpengaruh pada serotonin, zat kimia otak yang mengatur suasana hati.

Saat fase PMS terlewati, sebagian wanita justru merasa “lega”. Ketegangan emosional yang sebelumnya menumpuk perlahan mereda. Hasilnya? Perasaan jadi lebih kalem.

2. Energi Turun, Ritme Hidup Ikut Melambat

Menstruasi adalah proses biologis yang membutuhkan energi. Tubuh sedang meluruhkan lapisan rahim, dan itu bukan proses ringan. Wajar kalau kamu merasa lebih ingin istirahat.

Menariknya, saat energi fisik menurun, ambisi untuk multitasking atau over-productive juga ikut menurun. Otak tidak terlalu “ngebut”. Ritme yang melambat ini sering membuat pikiran terasa lebih tenang dan tidak seagresif biasanya.

Bukan karena lemah, tapi karena tubuh memang sedang berada dalam mode konservasi energi.

3. Sistem Saraf Lebih Sensitif pada Kebutuhan Istirahat

Saat haid, tubuh cenderung lebih peka terhadap rasa tidak nyaman. Respons alami dari sistem saraf adalah mencari rasa aman dan nyaman. Ini berkaitan dengan regulasi hormon dan respons stres.

Beberapa literatur kesehatan menyebutkan bahwa dinamika hormon selama siklus menstruasi memengaruhi aktivitas sistem limbik (bagian otak yang mengatur emosi). Informasi dari Cleveland Clinic menjelaskan bahwa fluktuasi hormon memang dapat memengaruhi cara otak memproses emosi.

Halaman Selanjutnya
img_title