Mengapa Memaksa Bangun Pukul 5 Pagi Bisa Berisiko bagi Jantung
Para ilmuwan membagi manusia menjadi tiga kelompok utama:
Kelompok Singa (atau Burung Nightingale): Terdiri dari sekitar 15-20% populasi. Ini adalah orang-orang yang secara alami bangun sekitar pukul 5-6 pagi, paling waspada di pagi hari, dan kelelahan di awal malam. Bagi kelompok ini, bangun pukul 5 pagi adalah surga.
Kelompok Serigala (atau Burung Hantu Malam): Mencakup sekitar 15-20%. Mereka sering kesulitan tidur sebelum tengah malam dan baru benar-benar bangun setelah pukul 10 pagi. Produktivitas puncak mereka biasanya terjadi pada sore hari atau malam hari.
Kelompok Beruang: Mencakup mayoritas (sekitar 55%). Ritme sirkadian mereka mengikuti matahari, bangun sekitar pukul 7 pagi dan tidur pukul 11 malam. Produktivitas terbaik mereka adalah antara pukul 10 pagi dan 2 siang.
Dr. Breus memperingatkan bahwa jika Anda adalah "Serigala" tetapi mencoba hidup sesuai dengan jadwal "Singa", Anda bertentangan dengan susunan genetik Anda. Ketidaksesuaian ini menyebabkan "Jetlag Sosial"—kondisi lesu seolah-olah Anda baru saja terbang melintasi benua, meskipun Anda berada di rumah.
Harga dari Kurang Tidur
Ilustrasi tidur
- https://www.pexels.com/@ketut-subiyanto
Ketika Anda mengurangi waktu tidur untuk bangun pagi, Anda mengorbankan lebih dari sekadar kewaspadaan. Studi medis menunjukkan bahwa tidur kurang dari jumlah yang direkomendasikan (7-9 jam per malam) meningkatkan kadar kortisol (hormon stres) dan mengurangi toleransi glukosa.
Profesor Foster memperingatkan bahwa, dalam jangka panjang, hal ini terkait erat dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, obesitas, melemahnya sistem kekebalan tubuh, dan depresi.
Secara khusus, tidur REM (gerakan mata cepat), yang paling sering terjadi menjelang subuh, memainkan peran penting dalam memproses emosi dan mengkonsolidasikan ingatan. Bangun terlalu pagi berarti Anda mempersingkat tahap vital ini.
"Tidur seringkali dianggap sebagai musuh yang harus ditaklukkan agar memiliki lebih banyak waktu untuk bekerja. Padahal, tidur adalah fondasi biologis yang harus dijaga," tegas Profesor Foster.
Di beberapa negara (misalnya, Vietnam), bangun pagi terkadang bukan sekadar tren tetapi kebutuhan karena kondisi lalu lintas dan jadwal sekolah. Banyak orang tua harus bangun pukul 5:30 pagi untuk menyiapkan sarapan dan mengantar anak-anak mereka ke sekolah agar terhindar dari kemacetan. Jika tidak memungkinkan untuk mengubah waktu bangun, para ahli menyarankan untuk menyesuaikan jadwal tidur.