Bagaimana Sistem Kekebalan Tubuh Memengaruhi Perkembangan Anak?
- freepik
Olret – Sistem imun adalah perisai pertahanan yang melindungi tubuh dari patogen dan juga merupakan dasar bagi perkembangan keseluruhan anak.
Ketika perisai imun melemah, anak-anak menghadapi risiko gangguan perkembangan fisik dan penurunan potensi intelektual.
Sistem kekebalan tubuh yang lemah mengganggu perkembangan fisik.
Anak belajar
- https://www.pexels.com/photo/boy-writing-on-a-notebook-5427665/
Sistem kekebalan tubuh dan perkembangan fisik berinteraksi secara kompleks, terkait langsung dengan kemampuan tubuh untuk melawan patogen dan pertumbuhannya. Terutama pada anak kecil, sistem pertahanan tubuh yang lemah dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan fisik.
Saat sakit, anak-anak kehilangan sejumlah besar mikronutrien dan air, yang menyebabkan penurunan berat badan yang cepat. Kelelahan dan kehilangan nafsu makan juga muncul pada saat tubuh membutuhkan banyak energi untuk pulih dengan cepat.
Di sisi lain, infeksi usus dapat merusak lapisan usus, mencegah anak-anak menyerap nutrisi penting, bahkan jika mereka telah diberi suplemen secara memadai. Hal ini membuat anak-anak rentan terhadap kekurangan gizi, yang secara langsung memengaruhi berat badan mereka.
Ketika anak-anak menderita infeksi berulang, tubuh mereka perlu mengerahkan sumber daya untuk melawan patogen. Hal ini mengganggu pelepasan hormon pertumbuhan, yang mendorong perkembangan tulang dan jaringan.
Konsekuensi langsungnya adalah anak-anak tidak hanya mengalami peningkatan berat badan yang lebih lambat, tetapi juga berisiko lebih pendek daripada teman sebaya mereka.
Sistem kekebalan tubuh yang lemah memengaruhi perkembangan intelektual.
Orang tua dan anak
- https://www.pexels.com/@elly-fairytale
Sistem kekebalan tubuh dan otak tidak beroperasi secara independen, tetapi terkait erat melalui poros otak-usus-kekebalan tubuh. Oleh karena itu, setiap perubahan pada sistem kekebalan tubuh atau mikrobioma usus dapat secara langsung memengaruhi perkembangan sistem saraf.
Sistem kekebalan tubuh yang melemah dapat memperlambat koneksi saraf. Secara spesifik, ketika melemah, sistem kekebalan tubuh memengaruhi dan mengganggu sel-sel yang mendukung koneksi saraf, sehingga menyebabkan keterlambatan dalam pembentukan sirkuit saraf yang terlibat dalam bahasa, berpikir, dan fungsi motorik.
Sistem kekebalan tubuh juga memengaruhi perkembangan perilaku. Menurut penelitian yang dilakukan oleh sekelompok ilmuwan Jerman yang diterbitkan dalam International Journal of Molecular Sciences pada tahun 2022, 95% neurotransmiter (serotonin, pengatur tidur dan emosi) diproduksi oleh sel-sel usus dan miliaran bakteri baik di dalam usus.