Eropa Campur Tangan dalam Skandal Rasisme Vinicius
- thethao247.vn
Olret – Pemerintah Portugal telah mengumumkan akan meluncurkan investigasi independen atas tuduhan rasisme yang dilayangkan Gianluca Prestianni terhadap Vinicius.
Pemerintah Portugal, melalui Badan Pencegahan dan Pemberantasan Kekerasan dalam Olahraga (APCVD), secara resmi telah membuka investigasi atas tuduhan rasisme terhadap Vinicius selama pertandingan antara Benfica dan Real Madrid. Badan tersebut menyatakan bahwa mereka telah memulai prosedur administratif untuk memverifikasi apakah pelecehan rasial benar-benar terjadi.
Sementara itu, UEFA telah mengkonfirmasi bahwa mereka sedang meninjau laporan pertandingan. Badan pengatur sepak bola Eropa tersebut menyatakan bahwa semua insiden yang tercatat akan ditinjau sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan, dan jika tindakan disiplin diambil, keputusan tersebut akan diumumkan secara publik di sistem UEFA.
Insiden tersebut terjadi sekitar menit ke-10 babak kedua pertandingan di Lisbon. Setelah Vinicius mencetak gol spektakuler untuk Real Madrid dan berlari ke tiang sudut untuk merayakan di depan tribun tim tuan rumah, beberapa pemain Benfica bereaksi dengan marah, menganggap perayaan tersebut provokatif. Pertandingan dihentikan sementara karena pemain dari kedua tim berdebat dan wasit menangani situasi tersebut sesuai dengan peraturan.
Tepat sebelum kick-off, Vinicius, yang berdiri di dekat Gianluca Prestianni, menghampiri wasit untuk mengeluh tentang apa yang diyakininya telah didengarnya. Pemain sayap Benfica itu dituduh membuat pernyataan rasis, dalam konteks terlihat menutupi mulutnya dengan bajunya selama pertukaran di lapangan.
Setelah pertandingan, Vinicius berbicara dengan tegas: “Para rasis, di atas segalanya, adalah pengecut. Mereka harus menutupi mulut mereka dengan baju mereka untuk menunjukkan kelemahan mereka… Apa yang terjadi hari ini bukanlah hal baru bagi saya dan tim saya.” Superstar Brasil itu juga mengungkapkan kebingungannya karena menerima kartu kuning karena merayakan gol, dan berpendapat bahwa prosedur di lapangan tidak cukup efektif.
Sementara itu, Prestianni sepenuhnya membantah tuduhan tersebut. Di media sosial, ia menegaskan bahwa ia tidak pernah membuat pernyataan rasis yang ditujukan kepada Vinicius dan menyatakan bahwa mungkin telah terjadi kesalahpahaman. Pemain tersebut juga menyatakan bahwa ia telah menerima ancaman setelah insiden tersebut.
Jika tuduhan tersebut terbukti, baik Benfica maupun Prestianni dapat menghadapi tindakan disiplin, mulai dari denda hingga rujukan ke otoritas kehakiman. Investigasi oleh otoritas olahraga dan pemerintah Portugal diharapkan segera selesai, yang akan menghasilkan kesimpulan yang jelas dalam kasus yang sangat kontroversial ini.