Mengapa Saya Tidur Dengan Mata Terbuka?
- vnexpress.net
Olret – Tidur dengan mata terbuka sering kali disebabkan oleh masalah saraf atau otot wajah yang membuat kelopak mata sulit tertutup sepenuhnya.
Tidur dengan mata terbuka, yang secara medis dikenal sebagai lagophthalmos nokturnal, terjadi ketika satu atau kedua mata tidak tertutup sepenuhnya saat tidur.
Karena mata tidak tertutup sepenuhnya, permukaan mata rentan terhadap kekeringan, yang menyebabkan ketidaknyamanan. Penderita kondisi ini mungkin mengalami sensasi berpasir di mata, rasa terbakar atau iritasi, kemerahan, penglihatan kabur, dan peningkatan sensitivitas terhadap cahaya.
Berkedip saat terjaga dan menutup mata saat tidur sangat penting untuk kesehatan mata. Berkedip membantu mendistribusikan air mata secara merata di permukaan mata, sementara menutup kelopak mata saat tidur menciptakan lapisan tipis air mata yang menutupi bola mata, menjaga kelembapan yang dibutuhkan agar sel-sel mata berfungsi normal.
Air mata juga membantu membersihkan debu dan benda asing. Ketika mata tidak cukup terlumasi, permukaan mata lebih rentan terhadap goresan atau kerusakan. Oleh karena itu, orang yang tidur dengan mata terbuka sering mengalami kekeringan, nyeri, dan ketidaknyamanan pada mata setelah bangun tidur.
Ptosis tidur (retraksi kelopak mata) jarang terjadi secara tiba-tiba. Penyebabnya biasanya terkait dengan kerusakan saraf atau otot di wajah, seperti setelah stroke, kelumpuhan saraf wajah (saraf kranial VII), atau operasi kosmetik kelopak mata.
Kondisi ini juga dapat terjadi pada penyakit neuromuskular seperti sindrom Kearns-Sayre, amyotrophic lateral sclerosis (ALS), trauma kepala dan wajah, hipertiroidisme, atau karena penggunaan alkohol atau obat penenang.
Ptosis tidur dapat terjadi pada satu atau kedua mata. Jika tidak diobati, mata kering yang berkepanjangan dapat merusak kornea, menyebabkan penurunan penglihatan dan gangguan penglihatan yang serius.
Berikut beberapa cara untuk membantu mengatasi retraksi kelopak mata saat tidur:
Perubahan gaya hidup
Alkohol dan pil tidur dapat memperburuk retraksi kelopak mata saat tidur, dan pada beberapa orang, bahkan merupakan penyebab langsungnya. Kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk juga dapat memperparah gejala.
Oleh karena itu, penderita retraksi kelopak mata saat tidur sebaiknya membatasi konsumsi alkohol, menghindari pil tidur, dan memprioritaskan kebersihan tidur yang baik.