2 Kebiasaan Kerja yang Tampaknya Tidak Efektif Tapi Dicintai Otak

Risiko Depresi Terkait Pekerjaan
Sumber :
  • sanook

Olret – Jangan cepat menyalahkan diri sendiri karena mudah teralihkan perhatiannya. Dua kebiasaan ini lebih umum daripada yang Anda kira dan terkadang bahkan bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan otak.

4 Sinyal Tubuh yang Bisa Jadi Tanda Awal Parkinson

*

Kita sering memandang kebiasaan seperti membiarkan pikiran kita mengembara, atau tiba-tiba membeku, sebagai kelemahan. Bagi banyak orang, ini adalah tanda kurangnya fokus, disiplin yang buruk, atau bahkan penurunan kognitif.

Cara Mengatasi Nervous Saat Presentasi di Kelas

Yang sering diabaikan banyak orang adalah bahwa persepsi kita terhadap kebiasaan-kebiasaan ini dipengaruhi oleh budaya yang memprioritaskan kesibukan terus-menerus dan menghasilkan hasil yang terlihat.

Karena, jika dilihat dari sudut pandang tersebut, kondisi mental yang disebutkan di atas mudah dianggap sebagai gangguan yang perlu dikoreksi, padahal sebenarnya kondisi tersebut mungkin hanyalah bagian normal dari fungsi otak.

Dua Kebiasaan yang Tampaknya Aneh Namun Merupakan Tanda-Tanda Orang Cerdas

Jangan terburu-buru menganggap gangguan sebagai kelemahan sistemik pikiran.

Sibuk kerja

Photo :
  • shutterstock

Studi psikologis menunjukkan bahwa, dalam kondisi yang tepat, perilaku yang tampaknya tidak efisien ini dapat mencerminkan fleksibilitas kognitif, kreativitas, dan kemampuan otak untuk beradaptasi dan beralih antar mode berpikir.

Dengan kata lain, alih-alih memandang keadaan ini sebagai kelemahan sistemik pikiran, kita dapat memahaminya sebagai tanda-tanda otak yang diam-diam memproses hal-hal penting di balik layar.

Di bawah ini adalah dua perilaku umum yang cenderung diabaikan atau ditekan oleh banyak orang, beserta makna sebenarnya, kapan perilaku tersebut bermanfaat, dan pendekatan yang lebih bernuansa dari perspektif psikologis.

Kebiasaan #1: Membiarkan pikiran Anda mengembara

Memuji Rekan Kerja

Photo :
  • freepik.com

Pikiran mengembara adalah keadaan di mana perhatian meninggalkan tugas yang sedang dikerjakan dan beralih ke aliran pikiran yang Anda ciptakan sendiri.

Mendukung Pemikiran Kreatif dan Fleksibel

Selama ini, hal ini sering dianggap sebagai tanda kurangnya fokus. Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa kondisi ini juga dapat mendukung pemikiran kreatif dan meningkatkan fleksibilitas kognitif.

Sebagai contoh, sebuah studi tahun 2025 terhadap lebih dari 1.300 orang dewasa menemukan bahwa pengembaraan pikiran yang disengaja—yaitu, seseorang secara aktif membiarkan dirinya melamun—memprediksi kinerja kreatif yang lebih tinggi.

Data pencitraan otak menunjukkan efek ini terkait dengan peningkatan konektivitas antara jaringan otak skala besar, termasuk sistem kontrol eksekutif dan jaringan mode default. Ini adalah sistem yang terkait dengan pemikiran spontan dan imajinasi.

Individu dengan kecenderungan tinggi terhadap pemikiran yang bertele-tele juga berkinerja lebih baik pada tes peralihan tugas, artinya mereka dapat mengubah pemikiran mereka lebih cepat. Ini dianggap sebagai tanda pemikiran yang fleksibel.

Salah satu kebiasaan yang berkaitan erat dengan pikiran yang mengembara adalah kemampuan untuk menghasilkan pikiran spontan. Sebuah studi tahun 2024 yang diterbitkan di PNAS Nexus menganalisis pola pikir spontan dari lebih dari 3.300 orang menggunakan Pemrosesan Bahasa Alami.

Menurut studi tersebut, pikiran yang muncul ketika Anda tidak mencoba memikirkan sesuatu yang spesifik sering kali berputar di sekitar tujuan yang penting bagi Anda, dan membantu otak mengatur dan mengingat informasi dengan lebih baik.

Sederhananya, ketika Anda berpikir Anda sedang memikirkan hal-hal acak, otak Anda mungkin secara diam-diam memproses dan mengatur data, daripada hanya menghasilkan pikiran acak yang tidak bermakna.

Menggabungkan Fokus dan Kemampuan Mengembara untuk Meningkatkan Kinerja Kerja

Bertahan Di Tempat Kerja Yang Kurang Menyenangkan

Photo :
  • freepik.com

Namun, mengembara bukanlah obat mujarab. Manfaatnya hanya terlihat ketika diimbangi dengan pengendalian perhatian.

Jika Anda cenderung membiarkan pikiran Anda mengembara sambil tetap mempertahankan fokus yang baik dan kemampuan observasi diri, Anda mungkin sedang memanfaatkan pola pikir yang mendukung kreativitas, fleksibilitas, dan pemecahan masalah.

Kebiasaan Kedua: Berbicara pada Diri Sendiri

Bekerja Penuh Dengan Tekanan

Photo :
  • www.freepik.com/lifestylememory

Berbicara pada diri sendiri, baik dalam hati maupun pelan, terkadang tampak aneh atau membuat orang lain berpikir Anda tidak stabil.

Namun, studi psikologis terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan ini dapat membantu Anda mengendalikan diri dengan lebih baik, merencanakan dengan lebih jelas, dan mengamati ke mana pikiran Anda mengarah.

Sederhananya, ini seperti membimbing diri sendiri untuk menjernihkan pikiran dan bekerja lebih sistematis.

Orang yang sering melakukan dialog internal cenderung memiliki pemahaman yang lebih baik tentang diri mereka sendiri.

Sebuah studi tahun 2023 terhadap mahasiswa (yang diterbitkan dalam jurnal Behavioral Sciences) menunjukkan bahwa mereka yang sering berbicara dalam hati cenderung memiliki pengendalian diri yang lebih baik dan merasa lebih memahami diri mereka sendiri.

Sederhananya, lebih banyak berbicara pada diri sendiri sering kali muncul ketika Anda tahu apa yang Anda inginkan dan tahu bagaimana menjaga diri tetap pada jalur yang benar.

Namun, ini tidak berarti bahwa berbicara pada diri sendiri secara otomatis membuat Anda lebih pintar daripada orang lain. Ini menunjukkan bahwa dialog internal bertindak seperti kerangka untuk pikiran Anda. Ini memungkinkan Anda untuk mengatur ide-ide yang kacau, memecah tugas, dan melacak tujuan dengan lebih mudah.

Ketika Anda mengubah pikiran Anda menjadi kata-kata, atau menggumamkannya dengan lembut, otak Anda dapat menjadi lebih teratur dan lebih fokus pada hal-hal penting. Ini juga membantu Anda memproses masalah yang sulit diungkapkan, terutama yang sarat emosi.

Oleh karena itu, jika Anda mendapati diri Anda bergumam saat berpikir, itu bisa jadi otak Anda sedang mengatur ulang ide-ide, mengubah kumpulan pikiran menjadi rencana yang lebih jelas, atau membantu Anda merenungkan diri sendiri lebih dalam.

Cara Mengubah Dialog Batin Menjadi Alat untuk Mengatur Pikiran Anda

Cara Terbaik Menghadapi Rekan Kerja Yang Bossy

Photo :
  • freepik.com

Seperti membiarkan pikiran Anda mengembara, dialog batin hanya bermanfaat jika dilakukan secukupnya. Jika Anda terlalu banyak berbicara pada diri sendiri, atau hanya dengan cara negatif—mengulangi pikiran dan menyalahkan diri sendiri—Anda akan mudah kehilangan fokus dan menjadi kelelahan mental.

Namun, jika digunakan secara positif, dialog internal dapat membantu Anda mengubah pikiran yang belum terselesaikan menjadi langkah-langkah tindakan konkret.