6 Ciri Pasangan NPD yang Menguras Emosi, Ngeselin Banget!
- Pexels/Vlada Karpovich
Olret – Hubungan seharusnya jadi ruang aman untuk saling bertumbuh, bukan arena tarik-ulur emosi yang melelahkan. Sayangnya, ada tipe pasangan yang tanpa sadar (atau justru sangat sadar) membuat hubungan terasa berat setiap hari. Salah satunya adalah pasangan dengan kecenderungan Narcissistic Personality Disorder (NPD). Tidak semua orang yang narsis pasti NPD, tapi jika cirinya konsisten dan intens, dampaknya bisa sangat menguras emosi. Berikut enam ciri yang perlu kamu waspadai.
1. Selalu Ingin Jadi Pusat Perhatian
Apa pun topiknya, ujung-ujungnya kembali ke dia. Ceritamu dipotong, perasaanmu disepelekan, dan pencapaianmu terasa “kecil” dibanding miliknya. Pasangan NPD cenderung haus validasi dan ingin terus diakui. Dalam jangka panjang, kamu bisa merasa tidak pernah cukup penting, karena sorotan selalu harus mengarah padanya.
2. Minim Empati, Tapi Jago Menuntut
Saat kamu sedang lelah, sedih, atau tertekan, responsnya dingin atau bahkan menyalahkan. Namun ketika dia butuh perhatian, kamu dituntut hadir 100 persen. Ketimpangan empati ini membuatmu kelelahan emosional, karena kamu terus memberi tanpa benar-benar menerima dukungan yang setara.
3. Sering Gaslighting
Gaslighting adalah teknik manipulasi yang membuatmu meragukan perasaan dan penilaian sendiri. Pasangan NPD bisa berkata, “Kamu terlalu sensitif,” atau “Itu cuma di kepalamu,” padahal perilakunya jelas menyakitkan. Lama-lama kamu jadi mempertanyakan kewarasan sendiri dan kehilangan kepercayaan diri.
4. Kritik Tajam, Pujian Minim
Alih-alih membangun, kritiknya menjatuhkan. Hal kecil bisa dibesar-besarkan, sementara usaha dan niat baikmu jarang diapresiasi. Pola ini membuatmu terus merasa kurang, berusaha lebih keras demi mendapat pengakuan yang tak kunjung datang. Emosimu terkuras karena hidup dalam standar yang selalu bergeser.
5. Sulit Mengakui Salah
Meminta maaf adalah hal langka. Jika terjadi konflik, kesalahan hampir selalu dialihkan kepadamu. Bahkan ketika bukti jelas, pasangan NPD akan mencari pembenaran atau memainkan peran korban. Sikap ini membuat konflik tak pernah benar-benar selesai dan meninggalkan luka emosional yang menumpuk.
6. Kontrol Terselubung
Kontrol tidak selalu berbentuk larangan keras. Bisa berupa komentar merendahkan pilihanmu, mengatur dengan dalih “demi kebaikanmu”, atau membuatmu merasa bersalah saat mengambil keputusan sendiri. Perlahan, kamu kehilangan otonomi dan merasa terikat secara emosional, seolah kebahagiaanmu harus selalu menyesuaikan dirinya.
Kenapa Sangat Menguras Emosi?
Hubungan dengan pasangan NPD ibarat berlari di treadmill alias capek, padahal kalau disadari lagi, hubungan kamu ngestuck aja nggak ke mana-mana. Kamu terus berusaha memperbaiki keadaan, sementara kebutuhan emosionalmu sendiri terabaikan. Stres, cemas, hingga rasa tidak berharga bisa muncul jika pola ini dibiarkan terlalu lama.
Apa yang Bisa Dilakukan?
Menyadari cirinya adalah langkah awal yang penting. Pasang batasan yang jelas, jaga dukungan dari orang terdekat, dan jangan ragu mencari bantuan profesional jika mulai berdampak pada kesehatan mentalmu. Hubungan yang sehat seharusnya memberi ruang untuk saling menghargai, bukan menguras hingga habis.
Ingat, memahami NPD bukan untuk memberi label sembarangan, tapi untuk melindungi diri. Kamu berhak berada dalam hubungan yang membuatmu bertumbuh, bukan terkuras.