Apa Itu Alter Ego? Ini Sisi Lain Dari Diri Yang Jadi Alasan Mampu Bertahan Hidup
- freepik.com
Olret – Belakangan ini, istilah alter ego makin sering terdengar, terutama di media sosial. Banyak yang mengartikannya sebagai “kepribadian lain” yang muncul di momen tertentu. Ada yang merasa jadi lebih percaya diri saat bekerja, lebih tegas saat mengambil keputusan, atau justru lebih santai saat bersama orang terdekat. Semua itu sering disebut sebagai alter ego. Tapi sebenarnya, apa itu alter ego dan kenapa hampir semua orang memilikinya?
Pengertian Alter Ego dalam Psikologi
Alter ego berasal dari bahasa Latin yang berarti “aku yang lain”. Dalam psikologi, alter ego dipahami sebagai sisi kepribadian yang muncul untuk menyesuaikan diri dengan peran, situasi, atau tuntutan tertentu. Alter ego bukan kepalsuan, melainkan bentuk adaptasi diri. Seseorang tetap menjadi dirinya sendiri, hanya menampilkan sisi yang berbeda sesuai konteks.
Misalnya, seseorang bisa terlihat tenang dan pendiam di rumah, tetapi berubah menjadi komunikatif dan percaya diri di tempat kerja. Perubahan ini terjadi secara sadar dan terkendali.
Bukan Kepribadian Ganda
Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang alter ego adalah menyamakannya dengan gangguan kepribadian ganda. Padahal, keduanya sangat berbeda. Alter ego tidak membuat seseorang kehilangan kesadaran atau identitas. Tidak ada ingatan yang terputus, tidak ada “aku” yang terpisah. Alter ego adalah bagian dari satu kepribadian utuh yang fleksibel.
Mengapa Alter Ego Bisa Terbentuk?
Alter ego muncul karena manusia adalah makhluk sosial yang terus beradaptasi. Tuntutan hidup, tekanan pekerjaan, peran sebagai pasangan atau orang tua, hingga pengalaman masa lalu membentuk cara seseorang menampilkan dirinya. Dalam banyak kasus, alter ego hadir sebagai mekanisme perlindungan dan penguatan diri. Saat situasi menuntut keberanian, ketegasan, atau ketahanan emosional, otak secara alami “mengaktifkan” sisi tersebut.
Alter Ego dalam Kehidupan Sehari-hari
Tanpa disadari, alter ego sering muncul dalam aktivitas sehari-hari. Versi profesional saat rapat, versi sabar saat menghadapi anak, atau versi ceria saat berkumpul dengan sahabat adalah contoh sederhana. Perbedaan ini bukan berarti seseorang bermuka dua, melainkan menunjukkan kemampuan membaca situasi dan menyesuaikan diri.