Tips Investasi Paling Aman buat yang Baru Merintis Karier

Perjalanan Karier Lee Da Hee
Sumber :
  • Instagram

Olret – Masuk dunia kerja dan mulai punya penghasilan sendiri rasanya menyenangkan. Tapi di fase awal karier, kondisi finansial biasanya masih naik-turun. Gaji belum terlalu besar, kebutuhan masih banyak, dan godaan gaya hidup cukup kuat. Di titik ini, investasi tetap penting, tapi harus dilakukan dengan cara yang aman dan realistis. Berikut tips investasi paling aman buat kamu yang baru merintis karier.

Manfaat Punya Intuisi Tajam, Cocok Buat Yang Nggak Suka Drama

1. Bereskan Dana Darurat sebelum Mulai Investasi

Sebelum mikir untung, pastikan kamu siap menghadapi risiko. Dana darurat adalah fondasi keuangan yang wajib dimiliki. Idealnya, siapkan 3–6 kali pengeluaran bulanan. Dana ini sebaiknya disimpan di instrumen yang likuid dan minim risiko, seperti tabungan atau reksa dana pasar uang. Dengan dana darurat aman, kamu nggak perlu mencairkan investasi saat kondisi mendesak.

Cara Mengasah Intuisi agar Satset Mengambil Keputusan Tepat

2. Kenali Profil Risiko Diri Sendiri

Sebagai pemula, penting banget memahami seberapa besar toleransi kamu terhadap risiko. Kalau kamu gampang panik saat nilai investasi turun, berarti profil risikomu cenderung konservatif. Di awal karier, wajar kok memilih instrumen yang stabil dulu. Investasi aman bukan berarti nggak berkembang, tapi sesuai dengan kenyamanan mental dan kondisi finansialmu.

Skandal Dana Syariah: Di Balik Air Mata Nasabah dan Dana 1,3 Triliun yang "Lenyap"

3. Mulai dari Instrumen Risiko Rendah

Untuk pemula, reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap bisa jadi pilihan aman. Fluktuasinya relatif kecil dan cocok untuk belajar memahami dunia investasi. Selain itu, deposito juga bisa dipertimbangkan jika kamu ingin kepastian imbal hasil, meski return-nya tidak terlalu besar.

4. Investasi dengan Nominal Kecil tapi Konsisten

Nggak perlu nunggu gaji besar buat mulai investasi. Justru kebiasaan yang paling penting. Mulai dari nominal kecil, misalnya 100–300 ribu per bulan, tapi dilakukan rutin. Konsistensi akan membentuk disiplin finansial dan membuatmu lebih terbiasa menghadapi naik-turun nilai investasi.

5. Pisahkan Uang Investasi dan Kebutuhan Sehari-hari

Kesalahan umum pemula adalah mencampur uang kebutuhan dengan uang investasi. Akibatnya, investasi jadi sering terganggu. Biasakan mengalokasikan pos khusus untuk investasi setelah kebutuhan pokok dan tabungan terpenuhi. Cara ini membantu kamu lebih tenang dan tidak merasa “kehilangan” uang saat berinvestasi.

Halaman Selanjutnya
img_title