Manusia yang Paling Dibenci oleh Allah Adalah Orang yang Keras Kepala dan Suka Berdebat

Orang yang Keras Kepala dan Suka Berdebat
Sumber :
  • youtube

Jaminan Surga bagi yang Meninggalkan: Hadis tentang jaminan rumah di surga bagi yang meninggalkan perdebatan meskipun ia benar merujuk pada perdebatan tercela yang muncul dalam konteks perselisihan personal atau hal-hal yang tidak prinsipil. Meninggalkannya adalah bentuk kearifan (hilm) untuk menjaga persatuan (ukhuwah) dan menghindari permusuhan.

Son Heung-Min Bersinar, LAFC Menang Dramatis di Playoff MLS

Karakteristik Niat yang tercela

Perdebatan tercela sering kali ditandai dengan beberapa kriteria berikut ini.

8 Cara Efektif Mencegah Flu Menyebar di Rumah

Niat Buruk: Berdebat untuk mengalahkan, mempermalukan, atau meremehkan lawan.

Keras Kepala: Menolak argumen yang valid dan mengalihkan pembicaraan (berkelit) ketika kebatilan mulai terungkap.

Keajaiban Al-Quran Menurut Neurolog: Inilah Bukti Ilmiah Mengapa Penghafal Lebih Cerdas dan Berprestasi!

Memicu Konflik: Menghasilkan permusuhan, seperti yang sering terjadi dalam rumah tangga atau persahabatan.

2. Perdebatan yang Terpuji (Al-Jidal Al-Mahmud) 

Mengurangi Perdebatan

Photo :
  • freepik.com

Perdebatan yang terpuji adalah perdebatan yang merupakan bagian dari dakwah dan upaya penegakan kebenaran.

Identifikasi dan Dalil Anjuran

Sifat Inti: Berlandaskan pada ilmu, kesabaran, dan adab. Tujuannya adalah menampakkan kebenaran kepada orang yang belum mengetahuinya atau membantah kerancuan (syubhat).

Ayat Kunci: Firman Allah dalam QS. An-Nahl: 125:

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang terbaik (wajadilhum billati hiya ahsan)."

Penerapan: Ayat ini menempatkan perdebatan sebagai tahapan ketiga dan terakhir dalam metode dakwah, yang hanya digunakan ketika hikmah (argumen kuat) dan mau'izhah hasanah (nasihat baik) tidak cukup.