Misi Reuni Raksasa: Bagaimana Miliarder 30 Tahun Mengubah Sunderland Menjadi Kekuatan Baru

Sunderland
Sumber :
  • thethao247.vn

Sejak Kyril mengambil alih Sunderland, tim tersebut telah promosi dua divisi dan kembali ke Liga Primer. Selama proses ini, Kyril telah belajar dari kesalahannya, baik di lapangan (mengganti manajer di tengah musim 2023/24) maupun di luar lapangan (insiden bar Black Cats di mana penggemar Newcastle mengambil alih kepemilikan), dan ia juga telah memilih talenta yang andal untuk membantunya membangun tim.

Akankah Premier League Memiliki 7 Tim di Liga Champions Musim Depan?

Tidak ada jalan pintas

Bertahun-tahun di League One dan Championship telah mengajarkan Kyril Louis-Dreyfus dan rekan-rekannya banyak pelajaran berharga dalam pemilihan pemain, jadi Sunderland tidak terkejut ketika mereka pindah ke Premier League.

Legenda Angkat Bicara Saat Manchester United Ingin Merekrut Vinicius

Prioritas utama mereka adalah pemain dengan kekuatan fisik dan yang tidak takut tekel; memenangkan duel harus menjadi keterampilan utama bagi para pemain ini.

Pemain-pemain yang direkrut Sunderland dinegosiasikan dengan harga yang sangat wajar: Alderete hanya seharga €10,5 juta, Roefs seharga €11,5 juta, Sadiki seharga €17,5 juta, Mukiele seharga €12 juta, Adingra dan Brobbey masing-masing seharga €21 juta. Yang paling menonjol adalah Granit Xhaka hanya seharga €17 juta, dan Sunderland mendatangkan Reinildo secara gratis.

2 Gol, 4 Duel Menang: Gyokeres Berikan Pesan Berdarah Bahwa Ia Adalah Sang Nomor 9 Sejati Arsenal

Harga transfer Mukiele sebesar €12 juta adalah kesepakatan yang sangat bagus; mantan bintang PSG itu bisa dengan mudah bergabung dengan tim Bundesliga dengan biaya yang jauh lebih tinggi. Roefs kemungkinan besar akan dinominasikan untuk penghargaan kiper terbaik musim ini, sementara Brobbey telah mencuri perhatian dengan penampilannya dari bangku cadangan dan sekarang menjadi penyerang tengah yang tangguh.

Xhaka sebenarnya bisa saja memilih klub yang lebih bergengsi, tetapi Sunderland tidak hanya menawarkan kesempatan bermain, tetapi juga kesempatan melatih, sehingga Sunderland bahkan memiliki kapten-pelatih di lapangan untuk menjalankan instruksi Régis Le Bris. Kyril dan Xhaka sama-sama berasal dari Swiss, dan Kyril secara pribadi menghubungi Xhaka, sehingga sulit baginya untuk menolak tawaran tersebut.

Namun, merekrut pemain secara efektif saja tidak cukup; Sunderland juga perlu unggul dalam pengembangan pemain muda dan peningkatan infrastruktur. Kyril telah berinvestasi besar-besaran di bidang ini karena memprioritaskan pemain muda adalah cara terbaik bagi Sunderland untuk maju dan menghindari masalah regulasi keuangan.

Halaman Selanjutnya
img_title