7 Alasan Resign yang Langsung di ACC Oleh HRD,

Alasan resign pekerjaan
Sumber :
  • freepik.com

OlretResign itu kadang rasanya campur aduk. Antara lega, takut, tapi juga deg-degan nunggu respons HRD. Ada yang harus diskusi panjang, ada juga yang surprisingly langsung di-ACC tanpa drama.

Apa Itu Alter Ego? Ini Sisi Lain Dari Diri Yang Jadi Alasan Mampu Bertahan Hidup

Sebenarnya, HRD bukan ingin mempersulit. Mereka hanya perlu memastikan alasan kamu masuk akal, profesional, dan tidak merugikan perusahaan secara tiba-tiba. Nah, berikut ini 7 alasan resign yang biasanya lebih mudah diterima dan dipahami HRD.

1. Mendapat Kesempatan Karier yang Lebih Baik

Kesehatan Fisik Calon Presiden: Tafsir Ulama, Konstitusi, dan Batas Kelayakan Kepemimpinan Nasional

Alasan klasik tapi tetap valid. Ketika kamu mendapat promosi di tempat lain, tawaran posisi yang lebih tinggi, atau peluang pengembangan skill yang tidak tersedia di kantor sekarang, HRD cenderung memahami.

Selama kamu menyampaikannya dengan profesional dan tetap menghargai perusahaan, alasan ini biasanya langsung di-ACC. Karena pada dasarnya, setiap orang berhak berkembang.

Efek Screen Time pada Perkembangan Anak yang Perlu Disadari Orang Tua

2. Ingin Melanjutkan Pendidikan

Melanjutkan studi S2, kursus profesional, atau sertifikasi tertentu juga termasuk alasan kuat. HRD tahu bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang.

Bahkan beberapa perusahaan justru mendukung keputusan ini karena menunjukkan kamu punya ambisi untuk meningkatkan kualitas diri.

3. Alasan Keluarga

Pindah kota karena mengikuti pasangan, harus merawat orang tua, atau fokus mengurus anak termasuk alasan yang sangat manusiawi.

Dalam dunia HR modern, empati jadi hal penting. Banyak divisi HR mengacu pada praktik manajemen SDM global seperti yang diterapkan oleh Society for Human Resource Management, yang menekankan keseimbangan antara kepentingan bisnis dan kesejahteraan karyawan.

Kalau alasan keluarga jelas dan masuk akal, biasanya tidak akan dipersulit.

4. Kondisi Kesehatan

Kesehatan fisik maupun mental adalah prioritas. Jika pekerjaan saat ini memengaruhi kondisi kesehatanmu, HRD umumnya tidak akan menahan.

Apalagi sekarang isu kesehatan mental makin diperhatikan secara global, termasuk dalam laporan tren tenaga kerja dari Deloitte yang menunjukkan pentingnya well-being di tempat kerja.

Selama disampaikan dengan jujur dan profesional, alasan ini sangat bisa diterima.

5. Ingin Beralih Jalur Karier

Merasa salah jurusan karier? Misalnya dari finance ingin pindah ke dunia kreatif, atau dari corporate ingin jadi entrepreneur. Ini juga alasan yang cukup kuat.

HRD biasanya melihat ini sebagai bagian dari perjalanan profesional. Mereka mungkin akan melakukan exit interview untuk evaluasi, tapi bukan untuk menahan secara berlebihan.

6. Kontrak Kerja Telah Berakhir

Untuk karyawan kontrak, alasan ini tentu paling mudah di-ACC. Ketika masa kerja selesai dan tidak ingin memperpanjang, itu adalah hak karyawan.

Biasanya prosesnya administratif saja, tanpa negosiasi panjang.

7. Lingkungan Kerja Tidak Lagi Sejalan dengan Nilai Pribadi

Alasan ini perlu disampaikan dengan hati-hati. Bukan berarti menjelekkan perusahaan, tapi lebih pada “saya merasa visi pribadi saya berbeda dengan arah perusahaan.”

Jika dikomunikasikan secara elegan dan tidak emosional, HRD akan lebih mudah menerima. Karena pada akhirnya, hubungan kerja yang sehat memang harus sejalan secara nilai dan tujuan.

Pada dasarnya, kunci agar resign langsung di-ACC bukan hanya pada alasannya, tapi pada cara menyampaikannya.

Datang dengan sikap profesional, beri pemberitahuan sesuai notice period, bantu proses transisi, dan tetap jaga hubungan baik. Dunia kerja itu sempit siapa tahu suatu hari kalian bertemu lagi dalam situasi berbeda.

Ingat, resign bukan tentang lari dari masalah, tapi tentang melangkah ke fase berikutnya dengan matang dan elegan.