Mengapa Gen Z Lebih Memilih Kerja Freelance? Ini Sebabnya

Alasan Kuliah Sambil Kerja Tidak Akan Mudah Dijalani
Sumber :
  • freepik.com

Olret – Kalau kamu perhatiin, makin banyak Gen Z yang bilang, “Kerja kantoran 9 to 5? Kayaknya bukan gue banget.” Alih-alih mengejar kursi tetap di kantor, banyak anak muda sekarang justru memilih jalur freelance. Entah itu jadi content creator, graphic designer, social media specialist, penulis, video editor, sampai virtual assistant. Pertanyaannya, kenapa GenZ lebih suka memilih pekerjaan Freelance?

6 Cara Ampuh Negosiasi ke Keluarga Mengadakan Intimate Wedding

Ternyata, pilihan ini bukan sekadar ikut-ikutan tren. Ada alasan kuat di baliknya.

1. Fleksibilitas Waktu = Hidup Lebih Seimbang

Alasan Gen Z Lebih Aware Tentang Kesehatan Mental

Gen Z tumbuh di era digital yang serba cepat. Mereka sadar betul pentingnya work-life balance. Kerja freelance memberi kebebasan mengatur jam kerja sendiri. Mau kerja pagi, siang, atau bahkan tengah malam? Bisa.

Berbeda dengan sistem kerja konvensional yang cenderung kaku, freelance memungkinkan mereka tetap produktif tanpa merasa “terkurung”. Fleksibilitas ini juga membantu mereka mengejar passion lain, seperti bisnis kecil-kecilan, belajar skill baru, atau sekadar recharge mental.

7 Alasan Pinjol Nggak Worth It Buat Gen Z, Jangan Sampai Nyesel Belakangan

2. Mental Health Jadi Prioritas

Generasi ini lebih vokal soal kesehatan mental dibanding generasi sebelumnya. Tekanan kantor, politik internal, sampai lembur tanpa henti sering jadi alasan burnout.

Menurut laporan dari Deloitte tentang Gen Z dan milenial, banyak anak muda merasa stres karena beban kerja dan kurangnya fleksibilitas. Freelance dianggap memberi kontrol lebih besar terhadap ritme kerja, sehingga stres bisa lebih terkelola.

Buat Gen Z, kerja bukan cuma soal gaji. Tapi juga soal kenyamanan psikologis.

3. Akses Teknologi yang Memudahkan

Gen Z adalah digital native. Mereka tumbuh bersama internet, media sosial, dan berbagai platform kerja online seperti Upwork dan Fiverr.

Platform ini membuka peluang global. Tinggal punya skill dan portofolio, klien bisa datang dari mana saja—bahkan luar negeri. Batas geografis bukan lagi penghalang.

Dengan teknologi, freelance bukan lagi pekerjaan “sampingan”, tapi bisa jadi karier utama yang serius.

4. Ingin Punya Kendali atas Karier

Gen Z cenderung tidak suka terlalu lama berada di satu zona yang sama. Mereka ingin eksplorasi. Kerja freelance memungkinkan mereka mencoba berbagai proyek dari industri berbeda.

Halaman Selanjutnya
img_title