5 Nutrisi yang Membantu Luka Sembuh Lebih Cepat dan Mengurangi Bekas Luka
- Gemini Ai
Olret – Prioritaskan makanan yang kaya protein, seng, vitamin C, E, dan A untuk mendukung penyembuhan luka yang lebih cepat dan mengurangi risiko bekas luka yang tidak sedap dipandang.
Luka kulit umum terjadi dalam kehidupan sehari-hari karena luka bakar, jerawat, luka sayat, dan operasi. Ketika terluka, tubuh mengaktifkan serangkaian proses alami untuk menyembuhkan luka.
Namun, jika tidak dirawat dengan benar, luka dapat dengan mudah meninggalkan bekas luka yang tidak sedap dipandang. Dilansir dari netlife.vn, Dr. Nguyen Anh Duy Tung, Spesialis Nutrisi dan Dietetik di Klinik Multi-Spesialisasi Tam Anh di Distrik 7, mencatat bahwa diet yang kaya akan kelompok nutrisi berikut mendukung proses penyembuhan dan meminimalkan risiko bekas luka.
Vitamin C
Vitamin C memainkan peran penting dalam tulang, jaringan ikat, otot, dan pembuluh darah. Mengonsumsi makanan yang kaya vitamin C, seperti jeruk, lemon, jeruk bali, kiwi, tomat, jambu biji, dan pepaya, membantu tubuh mensintesis dan memproduksi kolagen dan elastin untuk meregenerasi struktur kulit, menyembuhkan jaringan, dan mengisi luka.
Selain memperbaiki kerusakan kulit, zat ini mencerahkan dan memudarkan bekas luka gelap di area yang terkena.
Vitamin E dan A
Vitamin A (ditemukan dalam minyak zaitun, wortel, ubi jalar, bayam, brokoli, paprika, dll.) membantu mengembangkan dan memelihara epitel, mendorong proliferasi sel kulit baru, dan memperbaiki pigmentasi.
Ketika dikombinasikan dengan makanan yang kaya vitamin E (alpukat, biji bunga matahari, almond, labu, dll.), yang kaya akan antioksidan, vitamin A membantu melindungi jaringan kulit dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Akibatnya, luka kulit sembuh lebih cepat dan menjadi lebih halus.
Protein
Protein berperan dalam pembentukan sel-sel baru, sehingga meregenerasi kulit, kolagen, dan pembuluh darah untuk menyembuhkan luka.
Saat terluka, terutama luka terbuka, suplementasi protein dari telur, susu, daging tanpa lemak, tuna, gandum, kedelai, almond, dll., juga membantu sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi untuk melawan bakteri yang menyerang.
Seng (Zinc/Zn)
Kacang-kacangan, biji-bijian, daging babi tanpa lemak, makanan laut, jamur, kuning telur, dan lobak kaya akan seng. Seng adalah unsur jejak dalam jaringan tubuh, yang mendorong pembelahan sel dan sintesis protein. Proses ini menghasilkan kolagen, yang mempercepat penyembuhan luka, mengurangi peradangan, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.