6 Bahaya Tidur Setelah Makan Sahur Bagi Kesehatan Tubuh

Trik makan sahur yang nyaman
Sumber :
  • Sumber: freepick.com

Olret – Sahur sering jadi momen “perang melawan kantuk”. Alarm bunyi, makan seadanya, lalu banyak orang langsung kembali ke kasur dengan alasan ingin menambah energi sebelum beraktivitas. Kelihatannya sepele, padahal kebiasaan tidur setelah makan sahur bisa berdampak kurang baik bagi tubuh, terutama sistem pencernaan.

6 Rekomendasi Buah-Buahan yang Cocok untuk Teman Buka Puasa

Tubuh sebenarnya membutuhkan waktu untuk mencerna makanan dengan optimal. Saat kita langsung berbaring, proses alami ini jadi terganggu. Berikut enam bahaya yang bisa terjadi jika kamu terbiasa tidur setelah sahur.

1. Memicu Asam Lambung Naik

Penyebab Timbul Rasa Kantuk Setelah Makan Sahur

Saat berdiri atau duduk, gravitasi membantu menjaga makanan tetap berada di lambung. Namun ketika langsung berbaring setelah makan, posisi tubuh memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan.

Inilah yang sering menyebabkan sensasi dada panas, tenggorokan terasa asam, atau perut tidak nyaman sepanjang pagi.

GERD Kumat Saat Puasa? Ini 6 Penyebab yang Sering Nggak Disadari

2. Proses Pencernaan Jadi Lebih Lambat

Tubuh membutuhkan energi untuk mencerna makanan. Jika kita langsung tidur, sistem pencernaan bekerja lebih lambat karena metabolisme ikut menurun.

Akibatnya, makanan bertahan lebih lama di lambung dan bisa menimbulkan rasa begah, kembung, atau bahkan mual saat bangun.

3. Risiko Penumpukan Kalori Lebih Besar

Tidur membuat tubuh tidak menggunakan energi secara optimal. Kalori dari makanan sahur yang seharusnya dipakai untuk aktivitas justru lebih banyak disimpan.

Jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus, bisa meningkatkan risiko kenaikan berat badan, meskipun sedang berpuasa.

4. Kualitas Tidur Justru Menurun

Banyak orang mengira tidur lagi setelah sahur akan membuat tubuh lebih segar. Faktanya, tidur dalam kondisi perut penuh bisa membuat tubuh tidak benar-benar rileks.

Perut yang masih aktif mencerna membuat tidur jadi tidak nyenyak, bahkan bisa menyebabkan sering terbangun atau merasa lemas saat bangun.

5. Meningkatkan Risiko Gangguan Pencernaan

Langsung berbaring setelah makan juga bisa memicu gangguan seperti perut kembung, sendawa berlebihan, hingga rasa tidak nyaman di perut bagian atas.

Hal ini terjadi karena gas dalam sistem pencernaan tidak bergerak dengan baik saat tubuh berada dalam posisi tidur.

6. Tubuh Jadi Terasa Lebih Lemas di Siang Hari

Alih-alih menambah energi, kebiasaan ini justru bisa membuat tubuh terasa lebih berat dan mengantuk saat beraktivitas.

Pencernaan yang tidak optimal membuat penyerapan nutrisi tidak maksimal, sehingga energi yang dihasilkan juga tidak sebaik jika tubuh diberi waktu untuk mencerna dengan benar.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Sahur?

Kamu tidak harus langsung beraktivitas berat, cukup beri waktu tubuh bekerja. Idealnya, tunggu sekitar 30–60 menit sebelum tidur atau berbaring. Gunakan waktu ini untuk melakukan aktivitas ringan seperti duduk santai, membaca, menyiapkan kebutuhan harian, atau berjalan sebentar di dalam rumah.

Posisi tubuh yang tetap tegak membantu makanan turun dengan baik dan mencegah asam lambung naik.

Puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga mengatur pola hidup agar tubuh tetap seimbang. Menghindari tidur setelah sahur adalah langkah sederhana yang bisa membuat pencernaan lebih nyaman, energi lebih stabil, dan ibadah pun bisa dijalani tanpa gangguan. Jadi, daripada langsung menarik selimut lagi, beri tubuh waktu sebentar untuk “bekerja”, hasilnya akan terasa sepanjang hari.