4 Sinyal Tubuh yang Bisa Jadi Tanda Awal Parkinson

Parkinson
Sumber :
  • youtube

Olret – Tremor tangan tidak selalu merupakan tanda pertama penyakit Parkinson. Beberapa tanda awal Parkinson dapat muncul beberapa dekade sebelum diagnosis ditegakkan.

2 Kebiasaan Kerja yang Tampaknya Tidak Efektif Tapi Dicintai Otak

Banyak orang sering menganggap tremor tangan sebagai tanda peringatan khas penyakit Parkinson. Namun, pada kenyataannya, ada gejala lain, yang sebagian besar tidak berhubungan langsung dengan gerakan, yang dapat muncul sangat dini, bahkan bertahun-tahun sebelum penyakit tersebut didiagnosis.

Mengapa tremor tangan tidak selalu menjadi tanda penyakit Parkinson?

Dua Kebiasaan yang Tampaknya Aneh Namun Merupakan Tanda-Tanda Orang Cerdas

Tremor istirahat, yaitu getaran ritmis pada tangan atau bagian tubuh lainnya saat istirahat, tidak selalu diperlukan untuk diagnosis Parkinson. Statistik menunjukkan bahwa sekitar 20% penderita penyakit Parkinson tidak memiliki gejala ini.

Menurut ahli neurologi Rachel Dolhun, penasihat medis utama di Yayasan Michael J. Fox untuk Penelitian Parkinson, Penyakit Parkinson disebut sebagai gangguan gerakan karena memengaruhi kemampuan kita untuk bergerak, tetapi pada kenyataannya, penyakit ini memiliki banyak gejala lain yang tidak terkait dengan gerakan.

4 Jenis Vitamin yang Membantu Meningkatkan Daya Ingat

Menurut Dr. Rachel, penyakit ini sebenarnya memengaruhi seluruh tubuh dengan berbagai cara. Anggapan bahwa Parkinson semata-mata merupakan penyakit yang memengaruhi gerakan sudah tidak akurat lagi.

Tahap Pra-Gejala Penyakit Parkinson

Penyakit Parkinson adalah salah satu penyakit neurologis paling umum di dunia, dengan jumlah kasus yang diproyeksikan mencapai lebih dari 25,2 juta pada tahun 2050.

Sekitar 10-15% kasus dikaitkan dengan mutasi genetik yang diwariskan, sementara sebagian besar kasus tidak memiliki penyebab spesifik yang diketahui. Diagnosis penyakit Parkinson saat ini terutama didasarkan pada tanda-tanda motorik karakteristik seperti bradikinesia, kekakuan otot, dan tremor saat istirahat.

Namun, banyak gejala non-motorik, seperti sembelit atau gangguan indra penciuman, seringkali muncul lebih dari satu dekade sebelumnya. Periode ini disebut tahap pragejala, ketika penyakit mulai berkembang secara diam-diam di otak.

Para peneliti mengatakan penyakit Parkinson berkembang sangat lambat. Penyakit ini berkembang tahun demi tahun di otak hingga melampaui ambang batas tertentu, di mana gejala motorik cukup jelas untuk didiagnosis.

Penyakit Parkinson merusak sel-sel saraf yang memproduksi dopamin, neurotransmiter penting yang membantu mengendalikan gerakan dan koordinasi. Pada saat gejala motorik muncul, diperkirakan 50-70% sel dopaminergik di substantia nigra otak telah hilang.

4 Tanda Awal Umum pada Orang yang Kemudian Didiagnosis Menderita Penyakit Parkinson

Selama dua dekade terakhir, pemahaman tentang gejala awal penyakit Parkinson telah berkembang secara signifikan, menawarkan harapan untuk deteksi dini di masa depan.

Namun, para ahli juga menekankan bahwa tidak semua orang dengan tanda-tanda ini akan mengembangkan penyakit Parkinson.

1. Kehilangan penciuman

Bau Sepatu

Photo :
  • freepik.com

Kehilangan penciuman, juga dikenal sebagai anosmia, dapat bersifat sementara selama pilek, infeksi sinus, atau setelah COVID-19. Namun, lebih dari 90% penderita penyakit Parkinson mengalami kehilangan penciuman jangka panjang.

Kondisi ini dapat dimulai bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, sebelum gejala motorik muncul. Diperkirakan bahwa kehilangan penciuman dapat terjadi sekitar 20 tahun sebelum diagnosis Parkinson.

Studi menunjukkan bahwa orang yang kehilangan indra penciumannya memiliki risiko sekitar lima kali lebih tinggi terkena penyakit Parkinson di masa depan dibandingkan dengan mereka yang tidak. Karena perkembangannya sangat lambat, banyak orang tidak menyadari perubahan ini untuk waktu yang lama.

Salah satu teori menyatakan bahwa penyakit Parkinson mungkin berasal dari bulbus olfaktorius, wilayah otak yang bertanggung jawab untuk memproses bau, di mana protein abnormal mulai merusak sel saraf sejak dini

2. Perilaku Abnormal Saat Bermimpi

Mengapa Saya Tidur Dengan Mata Terbuka

Photo :
  • vnexpress.net

Selama tidur REM (tahap tidur yang biasanya dikaitkan dengan mimpi, emosi, dan konsolidasi memori), tubuh biasanya memasuki keadaan hampir tidak bergerak untuk mencegah seseorang melakukan tindakan yang berhubungan dengan mimpi.

Gangguan perilaku tidur REM terjadi ketika mekanisme ini terganggu, menyebabkan penderita bergerak, berbicara, atau bahkan meninju dan menendang saat tidur.

Studi menunjukkan bahwa 50-70% orang dengan gangguan perilaku tidur REM akan mengembangkan penyakit Parkinson atau gangguan neurologis terkait dalam waktu 5-10 tahun. Pada mereka yang berusia di atas 50 tahun, risiko ini secara signifikan lebih tinggi daripada pada mereka yang tidak memiliki gangguan tidur REM.

Mereka yang menduga mengalami gejala-gejala ini sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk dirujuk menjalani pemeriksaan tidur guna menentukan penyebab pastinya.

3. Sembelit Kronis

Tidak Boleh Dikonsumsi Orang Diare

Photo :
  • freepik.com/author/jcomp

Sembelit adalah masalah pencernaan yang umum dan biasanya tidak berbahaya. Namun, sekitar dua pertiga penderita penyakit Parkinson mengalami sembelit yang berlangsung selama berminggu-minggu atau lebih lama.

Penyakit Parkinson dapat memengaruhi sistem saraf enterik, dan penelitian telah menemukan penumpukan protein abnormal pada sel saraf di saluran pencernaan pasien.

Sebuah meta-analisis menunjukkan bahwa orang yang mengalami sembelit memiliki risiko dua kali lipat terkena penyakit Parkinson dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalaminya. Studi tindak lanjut selama 24 tahun juga mencatat bahwa orang yang buang air besar kurang dari satu kali sehari memiliki risiko lebih tinggi terkena Parkinson di kemudian hari.

4. Pusing saat berdiri

Hipotensi ortostatik, yaitu penurunan tekanan darah saat berganti posisi dari duduk atau berbaring ke posisi berdiri, dapat menyebabkan pusing, kepala terasa ringan, atau pingsan.

Hal ini terkadang disebabkan oleh dehidrasi, hipoglikemia, atau kepanasan, tetapi jika berlanjut dan penyebabnya tidak jelas, mungkin terkait dengan gangguan neurologis.

Studi menunjukkan bahwa sekitar setengah dari kasus hipotensi ortostatik yang berasal dari neurologis akan berkembang menjadi penyakit Parkinson atau kondisi terkait. Namun, sebagian besar orang yang mengalami pusing saat berdiri tidak memiliki penyebab neurologis.

Pentingnya Tanda-Tanda Awal Penyakit Parkinson

Saat ini, tanda-tanda pra-gejala belum cukup spesifik untuk mendiagnosis penyakit Parkinson secara pasti. Tanda-tanda tersebut juga dapat berasal dari banyak penyebab lain.

Namun, ketika beberapa tanda muncul secara bersamaan, terutama pada individu dengan riwayat keluarga penyakit ini, konsultasi dini dengan dokter sangat penting.

Para ahli menekankan bahwa identifikasi dini tidak sama dengan diagnosis, tetapi memungkinkan pemantauan yang lebih ketat dan perawatan neurologis jangka panjang yang proaktif.

*Artikel ini disusun untuk tujuan memberikan informasi kesehatan yang bermanfaat dan bukan pengganti diagnosis atau pengobatan medis. Jika Anda memiliki masalah kesehatan, silakan berkonsultasi dengan spesialis.