Tips Mengatur Pola Hidup Sehat Buat Pekerja Shift Malam

pekerja shift malam
Sumber :
  • pinterest

Olret – Bekerja di shift malam punya tantangan yang berbeda dibanding jam kerja biasa. Saat orang lain tidur, kamu justru harus fokus bekerja. Akibatnya, ritme biologis tubuh bisa “kacau” jika tidak diatur dengan baik. Banyak pekerja shift malam akhirnya merasa mudah lelah, sulit tidur, pola makan berantakan, hingga daya tahan tubuh menurun.

Menjaga Nadi Alam Bumi Ramik Ragom: Mengenal Lebih Dekat DLH Kabupaten Way Kanan

Padahal, dengan strategi yang tepat, kamu tetap bisa menjalani pola hidup sehat meski bekerja di waktu yang tidak biasa.

Pahami Bahwa Tubuh Butuh Adaptasi

Rekomendasi 7 Kegiatan Me Time Yang Menyenangkan dan Menenangkan

Tubuh manusia secara alami dirancang aktif di siang hari dan beristirahat di malam hari. Saat kamu bekerja malam, jam biologis atau body clock perlu dilatih agar beradaptasi. Kuncinya adalah konsistensi. Usahakan memiliki jadwal tidur dan bangun yang sama setiap hari, bahkan saat libur, supaya tubuh tidak terus-menerus “kaget” dengan perubahan waktu.

Semakin konsisten jadwalmu, semakin mudah tubuh menyesuaikan diri.

7 Tanda Kamu Butuh Me Time, Jangan Tunggu Burnout Baru Istirahat

Prioritaskan Tidur Berkualitas

Pekerja shift malam sering merasa sudah tidur cukup lama, tapi tetap lelah. Penyebabnya biasanya kualitas tidur yang kurang baik. Tidurlah di ruangan yang gelap, sejuk, dan minim suara agar tubuh mendapat sinyal bahwa ini adalah waktu istirahat.

Gunakan tirai tebal atau penutup mata untuk mengurangi cahaya. Hindari langsung bermain ponsel sebelum tidur karena paparan cahaya layar bisa membuat otak tetap “aktif” dan sulit masuk fase tidur dalam.

Atur Pola Makan agar Energi Stabil

Godaan terbesar shift malam adalah ngemil sembarangan, terutama makanan tinggi gula atau gorengan karena praktis. Padahal, makanan seperti itu justru membuat energi cepat naik lalu turun drastis.

Cobalah makan utama sebelum mulai bekerja dengan menu seimbang yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, dan serat. Saat tengah malam, pilih camilan ringan seperti buah, yogurt, atau kacang-kacangan agar tubuh tetap bertenaga tanpa membuat sistem pencernaan bekerja terlalu berat.

Tubuh yang bekerja malam hari tetap membutuhkan “bahan bakar” yang berkualitas.

Jangan Lupakan Asupan Cairan

Kurang minum sering terjadi tanpa disadari karena fokus bekerja. Dehidrasi ringan bisa menyebabkan sakit kepala, sulit konsentrasi, dan rasa lelah berlebihan. Pastikan tetap minum air putih secara teratur sepanjang shift.

Batasi konsumsi kopi berlebihan. Kafein memang membantu tetap terjaga, tetapi jika terlalu banyak justru bisa mengganggu tidur setelah pulang kerja.

Sisipkan Aktivitas Fisik Ringan

Meski jadwal kerja tidak biasa, tubuh tetap butuh bergerak. Olahraga ringan seperti stretching, jalan kaki, atau latihan singkat sebelum berangkat kerja bisa membantu melancarkan peredaran darah dan meningkatkan energi.

Aktivitas fisik juga membantu menjaga metabolisme tetap stabil, yang sering terganggu pada pekerja malam.

Ciptakan “Rutinitas Pagi” Versimu Sendiri

Setelah selesai shift malam, buatlah rutinitas sederhana sebagai penanda bahwa hari kerjamu telah selesai. Misalnya mandi air hangat, makan ringan, lalu langsung tidur. Rutinitas ini membantu otak memahami bahwa ini adalah waktu istirahat, meskipun matahari sudah terbit.

Tanpa rutinitas yang jelas, tubuh akan bingung kapan harus aktif dan kapan harus beristirahat.

Jaga Keseimbangan Sosial dan Mental

Bekerja di malam hari kadang membuat waktu dengan keluarga atau teman jadi terbatas. Usahakan tetap memiliki waktu berkualitas bersama orang terdekat agar kesehatan mental tetap terjaga. Rasa terisolasi bisa memicu stres jika dibiarkan terlalu lama. Menjaga komunikasi dan hubungan sosial sama pentingnya dengan menjaga pola makan dan tidur.

Menjalani pekerjaan dengan sistem shift malam memang tidak mudah, tetapi bukan berarti harus mengorbankan kesehatan. Dengan tidur yang teratur, makan yang tepat, tetap aktif, dan menjaga keseimbangan hidup, tubuh bisa beradaptasi dengan baik. Kuncinya bukan melawan ritme kerja, melainkan membantu tubuh menemukan pola baru yang tetap sehat dan berkelanjutan.