Mengapa Memaksa Bangun Pukul 5 Pagi Bisa Berisiko bagi Jantung

Kebiasaan Buruk yang Membuat Tidurmu Tidak Nyenyak
Sumber :

Olret – Banyak yang percaya bahwa bangun pukul 5 pagi adalah kunci kesuksesan, tetapi para ahli memperingatkan bahwa kebiasaan ini dapat menyebabkan kelelahan dan melemahkan sistem kekebalan tubuh jika mengganggu ritme sirkadian tubuh.

Puasa dan Kesehatan Mental: Menenangkan Diri di Tengah Aktivitas

Di media sosial, tagar #5AMClub (Klub 5 Pagi) telah menarik jutaan pengikut. Gambar-gambar anak muda yang bangun sebelum subuh, berolahraga, membaca, dan menikmati kopi telah menjadi simbol baru kedisiplinan dan keinginan untuk sukses.

Tren ini sangat dipengaruhi oleh buku-buku pengembangan diri dan nasihat dari CEO terkenal seperti Tim Cook (Apple) dan Richard Branson (Virgin Group).

Sakit Kepala Saat Banyak Pikiran, Tubuh Sedang Kirim Sinyal Ini

Namun, di balik pesona foto-foto check-in saat matahari terbit, tersembunyi realitas yang kurang romantis. Para ahli berpendapat bahwa bagi banyak orang, memaksakan diri bangun dari tempat tidur pukul 5 pagi bukan hanya tidak produktif tetapi juga merupakan bentuk "penyalahgunaan" terhadap jam biologis mereka.

Ilusi Produktivitas

Sering Scroll HP Bikin Otak Makin Lelah, Ini Penjelasannya

Tidur

Photo :
  • https://www.pexels.com/photo/close-up-photography-of-woman-sleeping-914910/

"Bangun pukul 5 pagi adalah hal paling absurd yang pernah saya dengar dalam waktu lama," kata Dr. Michael Breus, seorang psikolog klinis dan anggota American Academy of Sleep Medicine.

Menurutnya, banyak orang salah mengartikan "bangun pagi" dengan "produktivitas." Jika Anda begadang untuk menyelesaikan pekerjaan tetapi menyetel alarm pukul 5 pagi hanya untuk "terlihat seperti orang sukses," itu justru kontraproduktif.

"Anda mungkin dapat mempertahankan jadwal itu selama sekitar seminggu dengan kemauan keras. Tetapi setelah itu, tubuh Anda akan bereaksi dengan kelelahan, mudah tersinggung, depresi, dan perasaan gagal," kata Breus.

Pada kenyataannya, produktivitas tidak berasal dari jam berapa Anda bangun tidur, tetapi dari seberapa banyak energi yang Anda miliki saat bangun tidur. Survei Gallup tahun 2023 menemukan bahwa 57% orang Amerika percaya bahwa mereka akan lebih produktif jika mereka cukup tidur.

Namun, tekanan sosial dan budaya yang mengagungkan kesibukan telah menyebabkan 20% responden tidur kurang dari 5 jam per malam – peningkatan tajam dari 3% pada tahun 1942.

Pertarungan Zona Waktu Biologis

Tidur cepat

Photo :
  • https://pixabay.com/photos/people-woman-sleep-2537324/

Untuk memahami mengapa bangun pukul 5 pagi merupakan siksaan bagi sebagian orang tetapi mudah bagi yang lain, kita perlu melihat genetika. Profesor Russell Foster, Direktur Institut Neurosains Tidur dan Ritme Sirkadian di Universitas Oxford (Inggris), menegaskan bahwa setiap orang dilahirkan dengan "kronotipe" (tipe ritme biologis) yang berbeda.

Para ilmuwan membagi manusia menjadi tiga kelompok utama:

Kelompok Singa (atau Burung Nightingale): Terdiri dari sekitar 15-20% populasi. Ini adalah orang-orang yang secara alami bangun sekitar pukul 5-6 pagi, paling waspada di pagi hari, dan kelelahan di awal malam. Bagi kelompok ini, bangun pukul 5 pagi adalah surga.

Kelompok Serigala (atau Burung Hantu Malam): Mencakup sekitar 15-20%. Mereka sering kesulitan tidur sebelum tengah malam dan baru benar-benar bangun setelah pukul 10 pagi. Produktivitas puncak mereka biasanya terjadi pada sore hari atau malam hari.

Kelompok Beruang: Mencakup mayoritas (sekitar 55%). Ritme sirkadian mereka mengikuti matahari, bangun sekitar pukul 7 pagi dan tidur pukul 11 ​​malam. Produktivitas terbaik mereka adalah antara pukul 10 pagi dan 2 siang.

Dr. Breus memperingatkan bahwa jika Anda adalah "Serigala" tetapi mencoba hidup sesuai dengan jadwal "Singa", Anda bertentangan dengan susunan genetik Anda. Ketidaksesuaian ini menyebabkan "Jetlag Sosial"—kondisi lesu seolah-olah Anda baru saja terbang melintasi benua, meskipun Anda berada di rumah.

Harga dari Kurang Tidur

Ilustrasi tidur

Photo :
  • https://www.pexels.com/@ketut-subiyanto

Ketika Anda mengurangi waktu tidur untuk bangun pagi, Anda mengorbankan lebih dari sekadar kewaspadaan. Studi medis menunjukkan bahwa tidur kurang dari jumlah yang direkomendasikan (7-9 jam per malam) meningkatkan kadar kortisol (hormon stres) dan mengurangi toleransi glukosa.

Profesor Foster memperingatkan bahwa, dalam jangka panjang, hal ini terkait erat dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, obesitas, melemahnya sistem kekebalan tubuh, dan depresi.

Secara khusus, tidur REM (gerakan mata cepat), yang paling sering terjadi menjelang subuh, memainkan peran penting dalam memproses emosi dan mengkonsolidasikan ingatan. Bangun terlalu pagi berarti Anda mempersingkat tahap vital ini.

"Tidur seringkali dianggap sebagai musuh yang harus ditaklukkan agar memiliki lebih banyak waktu untuk bekerja. Padahal, tidur adalah fondasi biologis yang harus dijaga," tegas Profesor Foster.

Di beberapa negara (misalnya, Vietnam), bangun pagi terkadang bukan sekadar tren tetapi kebutuhan karena kondisi lalu lintas dan jadwal sekolah. Banyak orang tua harus bangun pukul 5:30 pagi untuk menyiapkan sarapan dan mengantar anak-anak mereka ke sekolah agar terhindar dari kemacetan. Jika tidak memungkinkan untuk mengubah waktu bangun, para ahli menyarankan untuk menyesuaikan jadwal tidur.

"Aturan emasnya adalah menghitung mundur 7,5 hingga 8 jam dari waktu Anda perlu bangun," saran Dr. Doug Kirsch, mantan presiden American Academy of Sleep Medicine. Jika Anda benar-benar harus bangun pukul 5 pagi, Anda harus sudah berada di tempat tidur dan siap tidur pada pukul 9:30 malam.

Bagaimana Anda tahu apakah jam 5 pagi tepat untuk Anda?

Tidur Kurang dari 5 Jam

Photo :
  • freepik.com

Alih-alih mengikuti tren, dengarkan tubuh Anda. Profesor Foster menyarankan penilaian diri:

Apakah Anda membutuhkan beberapa alarm untuk bangun?

Apakah Anda membutuhkan waktu lebih dari 30 menit untuk benar-benar bangun?

Apakah Anda bergantung pada kopi untuk "mengaktifkan" otak Anda?

Apakah Anda tidur lebih lama di akhir pekan?

Jika sebagian besar jawabannya adalah "Ya," maka bangun jam 5 pagi bukanlah untuk Anda.