Amarah Sang Raja: Thierry Henry Tak Lagi Diam Melihat Vinicius Dihina

Thierry Henry
Sumber :
  • thethao247.vn

OlretThierry Henry secara terbuka membela Vinicius Junior, menantang Gianluca Prestianni untuk mengatakan yang sebenarnya setelah tuduhan rasisme, dan menyatakan kekesalannya bahwa sepak bola di tahun 2026 masih dilanda diskriminasi.

Eropa Campur Tangan dalam Skandal Rasisme Vinicius

Legenda Thierry Henry menyampaikan pidato yang emosional, mendesak Gianluca Prestianni untuk "mengatakan yang sebenarnya" setelah tuduhan rasisme terhadap Vinicius Junior selama pertandingan Liga Champions Benfica vs. Real Madrid.

Insiden itu terjadi di Estadio da Luz ketika Vinicius menuduh Prestianni berulang kali membuat pernyataan rasis, menyebabkan pertandingan dihentikan sementara selama 10 menit. Setelah pertandingan, bintang Brasil itu memposting pesan keras di media sosial, sementara Kylian Mbappe menyerukan agar pemain Benfica itu diskors.

Real Madrid Menerima Peringatan Mengejutkan Tentang Transfer Rodri

Sementara itu, Prestianni sepenuhnya membantah tuduhan tersebut. Pemain muda Argentina itu menegaskan bahwa ia tidak terlibat dalam perilaku rasis apa pun dan mengklaim bahwa Vinicius salah paham dengan apa yang didengarnya.

Vinicius Jr

Photo :
  • thethao247.vn

Bintang Muda Real Madrid Dikabarkan Akan Pindah ke Manchester United

Namun, Thierry Henry menyatakan skeptisisme. Berbicara di CBS Sports, mantan bintang Prancis itu mengatakan dia "bisa berempati" dengan Vinicius karena dia pernah berada dalam situasi serupa berkali-kali selama kariernya. Henry berpendapat bahwa tindakan Prestianni yang menutup mulutnya saat berbicara di lapangan membuat semuanya semakin mencurigakan.

"Kita tidak tahu apa yang dia katakan. Tetapi jika Anda menutup mulut sehingga tidak ada yang bisa membaca bibir Anda, itu jelas menimbulkan kecurigaan. Reaksi Vinicius menunjukkan kepada saya bahwa ada sesuatu yang salah. Mari kita lihat seberapa tenang Prestianni sebelum dia memberi tahu kita apa yang dia katakan," tegas Henry.

Mantan striker Arsenal itu juga tak bisa menyembunyikan rasa lelahnya karena rasisme masih ada di dunia sepak bola pada tahun 2026. Ia berbagi bahwa perasaan terisolasi ketika menghadapi perilaku seperti itu sangat nyata dan menyedihkan, terutama ketika para pemain seharusnya diakui atas penampilan profesional mereka, bukan atas kontroversi di luar lapangan.

Setelah insiden tersebut, UEFA menunjuk seorang penyelidik etika dan disiplin untuk mengklarifikasi tuduhan tersebut. Pertandingan leg kedua antara Real Madrid dan Benfica di Santiago Bernabeu diprediksi akan semakin panas karena dampak dari insiden ini belum mereda.