Surat kabar Malaysia Dengan Getir Melaporkan: Vietnam Maju ke ASIAD Sementara kita Tertinggal
- Gemini Ai
Olret – Media Malaysia meyakini bahwa peraturan baru untuk Asian Games 2026 telah menyebabkan mereka kehilangan kesempatan, sementara rival regional seperti Vietnam dan Thailand tetap memenuhi syarat.
Ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam Asian Games 2026 menjadi kejutan besar bagi sepak bola Malaysia. Media negara tersebut mengakui bahwa tim nasional U23 kurang memiliki keterampilan yang diperlukan untuk bersaing memperebutkan tempat di turnamen kontinental tersebut, terutama mengingat rival regional mereka telah lolos.
Menurut analisis New Straits Times, peraturan baru untuk Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya telah membuat Malaysia "keluar dari persaingan." Secara spesifik, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Dewan Olimpiade Asia (OCA), dan negara tuan rumah Jepang sepakat untuk hanya memberikan 16 slot di sepak bola putra kepada tim yang lolos ke Kejuaraan AFC U23 2026 di Arab Saudi.
Surat kabar Malaysia menekankan kenyataan pahit: "Keputusan ini berarti Malaysia akan melewatkan Asian Games - tetapi Thailand dan Vietnam masih akan lolos." Baik Vietnam maupun Thailand akan berpartisipasi dalam Kejuaraan AFC U23, sehingga secara otomatis mengamankan tempat di Asian Games 2026.
Pakar olahraga Zulakbal Abdul Karim meyakini kriteria baru ini merupakan tren yang tak terhindarkan: “Negara tuan rumah menginginkan kualitas untuk turnamen; mereka jelas menginginkan talenta terbaik untuk berkompetisi dan mengharapkan pengembalian investasi yang tinggi untuk Olimpiade.”
Ia menekankan: “16 tim terkuat yang pernah berpartisipasi dalam Kejuaraan Asia U23 akan menjamin kualitas profesional dan menyatukan talenta-talenta terbaik,” sambil juga memperingatkan: “Sepak bola Olimpiade juga hanya memiliki 16 tim peserta; tren ini bisa menjadi permanen di masa depan.”
Selain soal regulasi, New Straits Times juga menyoroti masalah mendasar dalam sepak bola Malaysia. Pembatalan Piala MFL U23 karena kesulitan keuangan klub dianggap sebagai langkah mundur.
Konsekuensinya adalah "kita pernah memiliki turnamen U23 nasional, tetapi telah dibatalkan, sehingga pemain di kelompok usia ini kehilangan landasan untuk pengembangan lebih lanjut," dan pada kenyataannya, "sebagian besar dari mereka kesulitan mendapatkan waktu bermain di tim utama."
Surat kabar Malaysia itu juga memperingatkan risiko kehilangan lebih banyak kesempatan bermain bagi pemain muda jika tren alokasi tempat berdasarkan performa Kejuaraan Asia U23 berlanjut di masa mendatang: "Sepertinya kita akan kehilangan platform lain untuk para pemain. Mulai sekarang, kita perlu menyadari bahwa kualitas di level U23 adalah persyaratan wajib."