Pengkhianatan di Lapangan Hijau: Mafia Skor Hantui Timnas Thailand!

Thailand Geser Posisi Vietnam di Sejarah SEA Games
Sumber :
  • thethao247.vn

Olret – Pada awal tahun 2026, dunia olahraga Thailand diguncang ketika pers mengungkap skandal pengaturan pertandingan yang melibatkan hingga 8 miliar baht.

Vietnam U-23: Penakluk Arab Saudi dan Pencetak Sejarah Baru Asia

Pada hari-hari pertama tahun 2026, dunia olahraga Thailand tiba-tiba memanas akibat skandal serius.

Menurut Thairath, opini publik di negara itu ramai diperbincangkan terkait tuduhan pengaturan pertandingan dalam tinju profesional, bidang yang dianggap sebagai kebanggaan nasional.

Siapa Lawan yang Akan Dihadapi Vietnam di Perempat Final Kejuaraan AFC U23 2026?

Insiden tersebut segera menarik perhatian besar dari para penggemar di kawasan tersebut, termasuk pembaca Vietnam.

Kontroversi ini bermula pada pagi hari tanggal 1 Januari 2026, ketika Achariya Ruangratanapong, Presiden Asosiasi Pendukung Korban Kejahatan Thailand, secara terbuka mengungkapkan informasi di media sosial.

Setelah Mengalahkan Arab Saudi, Tim U23 Vietnam Dengan Bangga Melaju ke Perempat Final

Thairath mengutip pernyataan Achariya yang mengatakan bahwa seorang individu berpengaruh telah memanipulasi hasil sejumlah pertandingan tinju baru-baru ini, dan secara ilegal mengambil keuntungan dari situasi tersebut dalam jumlah uang yang cukup besar.

Menurut Thairath, terdakwa adalah mantan pejabat pemerintah. Dalam waktu sekitar dua bulan, ia diduga telah memperoleh lebih dari 10 juta baht (lebih dari 8,3 miliar VND) dengan memanipulasi hasil pertandingan tinju. Judul utama surat kabar Thailand itu bertanya, "Siapakah dia?", yang mencerminkan kemarahan dan rasa ingin tahu masyarakat setempat.

Skandal ini bahkan lebih mengejutkan karena terjadi di arena bergengsi seperti Rajadamnern, Channel 7, Tawanna, dan Om Noi.

Semua tempat ini sarat dengan sejarah dan prestise tinju profesional dan Muay Thai. Thairath menekankan bahwa jika tuduhan pengaturan pertandingan dikonfirmasi, hal itu akan sangat merusak citra olahraga Thailand di kancah internasional.

Achariya menegaskan, "Dalang di balik ini adalah seorang mantan pejabat. Meskipun telah tertangkap berkali-kali, dia menyangkal tanggung jawabnya, mengklaim bahwa dia tidak tahu apa-apa tentang hal itu."

Thairath juga menyatakan bahwa individu ini telah menawarkan untuk membayar secara pribadi para petarung untuk menyelenggarakan pertandingan pribadi, tetapi badan penyelenggara menolak.

Faktanya, menurut Thairath, kontroversi seputar korupsi dalam seni bela diri Thailand bukanlah hal baru. Sejak SEA Games ke-33, banyak petarung Muay Thai secara terbuka melaporkan kasus pengaturan pertandingan.

Baru-baru ini, petarung wanita Mongkutpetch Petchprawfar bahkan mengajukan pengaduan kepada Komite Olimpiade Thailand, menuduh mereka melakukan "pengaturan medali," yang menunjukkan bahwa krisis kepercayaan belum mereda.