7 Alasan Pinjol Nggak Worth It Buat Gen Z, Jangan Sampai Nyesel Belakangan
- freepik.com
Olret – Pinjaman online alias pinjol sering tampil sebagai “penolong darurat”. Proses cepat, syarat gampang, dan dana bisa cair dalam hitungan menit. Buat Gen Z yang hidup di era serba instan, pinjol memang terlihat menggoda. Tapi di balik kemudahannya, ada banyak alasan kenapa pinjol sebenarnya nggak worth it dan justru bisa jadi jebakan jangka panjang.
Berikut tujuh alasan kenapa Gen Z sebaiknya mikir ulang sebelum klik ajukan pinjaman.
1. Bunga dan Biaya Tambahan Bikin Kaget
Banyak yang fokus ke dana cair, tapi lupa hitung total pengembalian. Bunga harian, biaya administrasi, hingga denda telat bayar bisa bikin jumlah yang harus dibayar membengkak jauh dari pinjaman awal. Ujung-ujungnya, pinjol terasa “murah di depan, mahal di belakang”.
2. Gali Lubang Tutup Lubang Jadi Kebiasaan
Awalnya pinjol dipakai buat kebutuhan mendesak. Lama-lama, satu pinjol dipakai untuk nutup pinjol lain. Pola ini bikin keuangan berputar di tempat dan susah berkembang. Alih-alih solusi, pinjol justru jadi sumber masalah baru.
3. Tekanan Mental yang Nggak Main-main
Tagihan yang datang terus-menerus bisa bikin stres, cemas, bahkan ganggu kesehatan mental. Rasa takut telat bayar atau dikejar penagih utang bisa menurunkan fokus kerja, kualitas tidur, dan mood harian. Buat Gen Z yang lagi bangun karier dan jati diri, tekanan ini jelas nggak sehat.
4. Risiko Data Pribadi Bocor
Masih banyak pinjol ilegal yang menyalahgunakan data pengguna. Kontak di ponsel bisa diakses, privasi terancam, bahkan reputasi bisa rusak kalau data disebar. Sekali data bocor, dampaknya bisa panjang dan sulit dikendalikan.
5. Bikin Boros dan Impulsif
Karena dana gampang didapat, pinjol sering dipakai bukan untuk kebutuhan penting, tapi keinginan sesaat. Nongkrong, ganti gadget, atau belanja impulsif jadi terasa “aman” karena ada pinjol. Padahal, kebiasaan ini bisa merusak pola keuangan sejak muda.
6. Menghambat Tujuan Finansial Jangka Panjang
Gen Z punya banyak peluang buat bangun masa depan, mulai dari investasi, pendidikan, sampai bisnis. Cicilan pinjol bisa menggerus penghasilan bulanan yang seharusnya dialokasikan untuk hal-hal produktif. Akibatnya, tujuan finansial jadi tertunda.