Organ-Organ Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia
- https://aidemploi.com/wp-content/uploads/2025/10/Proses-Pembuatan-Peraturan-Perundang-undangan.jpg
Sementara itu, Komisi Yudisial berperan menjaga kehormatan dan perilaku hakim agar sistem peradilan tetap independen dan berintegritas. Keberadaan ketiga lembaga ini memperkuat sistem pengawasan hukum sekaligus menjamin kualitas norma hukum yang berlaku di Indonesia.
Sinergi Lembaga Negara dalam Sistem Legislasi Modern
Pembentukan undang-undang di Indonesia tidak lagi bersifat sentralistik, melainkan melibatkan berbagai aktor konstitusional dalam satu sistem yang saling mengawasi. DPR, Presiden, pemerintah daerah, DPRD, dan lembaga yudisial membentuk jejaring kekuasaan yang dirancang untuk mencegah dominasi satu lembaga.
Sinergi ini menjadi fondasi penting dalam membangun regulasi yang demokratis, responsif, dan berorientasi pada kepentingan publik. Dengan mekanisme partisipasi masyarakat yang diperkuat melalui UU Nomor 13 Tahun 2022, pembentukan peraturan perundang-undangan kini diarahkan untuk lebih transparan dan akuntabel.
Sistem legislasi nasional Indonesia dibangun di atas prinsip pembagian kekuasaan dan keseimbangan antar lembaga negara. Setiap organ pemerintahan memiliki peran strategis dalam membentuk, melaksanakan, dan mengawasi peraturan perundang-undangan.
Dengan pembaruan regulasi pembentukan undang-undang serta penguatan otonomi daerah, Indonesia bergerak menuju tata kelola hukum yang lebih modern dan demokratis. Tantangan ke depan terletak pada konsistensi pelaksanaan hukum agar setiap regulasi benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan menjaga keadilan sosial.