Alternatif Bahan Cincin Nikah untuk Pria Muslim, Tak Harus Emas

cincin pria muslim
Sumber :
  • pinterest

OlretCincin nikah bukan sekadar perhiasan, tetapi simbol komitmen dan ikatan suci dalam pernikahan. Bagi pria Muslim, pemilihan cincin sering kali membutuhkan pertimbangan ekstra karena penggunaan emas untuk pria dilarang dalam Islam menurut mayoritas ulama.

Jejak Kekuasaan Islam di Spanyol: Dari Penaklukan hingga Warisan Peradaban Dunia

Kabar baiknya, saat ini tersedia banyak alternatif bahan cincin nikah yang aman secara syariat, tahan lama, dan tetap terlihat elegan.

Berikut beberapa pilihan bahan cincin nikah yang bisa dipertimbangkan pria Muslim.

Jejak Ketatanegaraan dan Peradaban Islam di Mesir: Pelajaran Hukum dari Dinasti Fatimiyah dan Ayyubiyah

1. Platinum

Platinum dikenal sebagai logam mulia premium dengan warna putih alami yang elegan. Keunggulan utama platinum adalah daya tahannya yang tinggi dan tidak mudah mengalami korosi atau perubahan warna.

Ketatanegaraan Islam Zaman Dinasti Abbasiyah: Transformasi Kekuasaan, Hukum, dan Tata Kelola Negara

Dari sisi syariat, platinum diperbolehkan untuk pria karena bukan emas. Selama desainnya tidak berlebihan dan tidak dimaksudkan untuk pamer kemewahan, platinum menjadi pilihan aman dan prestisius bagi pria Muslim yang menginginkan cincin berkualitas tinggi.

2. Palladium

Palladium masih satu keluarga dengan platinum, tetapi bobotnya lebih ringan dan harganya relatif lebih terjangkau. Karakteristiknya mirip platinum yaitu tahan karat, tidak mudah kusam, serta ramah bagi kulit sensitif.

Palladium cocok untuk pria yang ingin tampilan cincin mewah namun tetap ringan dan nyaman dipakai sehari-hari.

3. Rhodium (sebagai lapisan)

Rhodium jarang digunakan sebagai bahan utama cincin, melainkan sebagai lapisan pelindung pada cincin berbahan lain seperti perak atau palladium. Lapisan rhodium membuat cincin tampak lebih mengilap, tahan gores, dan tidak mudah kusam.

Penggunaan rhodium sebagai pelapis sah-sah saja selama bahan dasarnya bukan emas. Lapisan ini sering dipilih untuk menambah usia pakai cincin.

4. Titanium

Titanium terkenal sangat ringan namun kuat. Bahan ini sering dipilih oleh pria dengan gaya hidup aktif karena tidak mudah berkarat dan nyaman dipakai sepanjang hari.

Secara tampilan, titanium memberikan kesan maskulin dan modern. Dari sisi agama, titanium aman digunakan pria Muslim karena bukan emas dan tidak termasuk perhiasan yang berlebihan.

5. Tungsten Carbide

Tungsten carbide merupakan salah satu bahan paling kuat untuk cincin. Ketahanannya terhadap goresan sangat tinggi sehingga cocok untuk pria yang sering bekerja dengan tangan.

Namun, perlu dicatat bahwa cincin tungsten sulit diubah ukurannya karena sifatnya yang sangat keras. Meski begitu, secara syariat bahan ini diperbolehkan.

6. Stainless Steel

Stainless steel menjadi pilihan ekonomis namun fungsional. Bahannya tahan lama, mudah dirawat, dan tidak mudah berubah warna. Desainnya pun semakin beragam, mulai dari klasik hingga modern minimalis.

Bahan ini cocok untuk pasangan yang ingin cincin sederhana tanpa menguras anggaran pernikahan.

7. Kayu atau Kombinasi Kayu

Cincin berbahan kayu atau kombinasi kayu dan logam memberikan kesan natural dan unik. Setiap cincin memiliki pola serat yang berbeda, sehingga terasa lebih personal.

Meski memerlukan perawatan ekstra, cincin kayu sah digunakan selama tidak mengandung unsur yang dilarang dalam syariat.

Catatan Penting dalam Islam

Dalam Islam, esensi penggunaan cincin bagi pria adalah kesederhanaan. Selama bahannya bukan emas, tidak menyerupai perhiasan wanita, dan tidak bertujuan pamer kemewahan, maka cincin tersebut diperbolehkan.

Pria Muslim memiliki banyak pilihan alternatif cincin nikah selain emas, mulai dari platinum, palladium, titanium, hingga stainless steel. Setiap bahan memiliki karakter dan keunggulan masing-masing. Yang terpenting bukan hanya soal bahan, tetapi makna komitmen, kesederhanaan, dan tanggung jawab yang melekat pada ikatan pernikahan itu sendiri.