Peta Prosesor Android Q4 2025 Versi AnTuTu

Antutu
Sumber :
  • Youtube

Olret – Setelah merilis daftar peringkat performa, AnTuTu kembali membagikan laporan terbarunya yang menyoroti pangsa pasar prosesor Android di Tiongkok untuk kuartal keempat 2025. Hasilnya menegaskan dominasi lama Qualcomm, sekaligus memperlihatkan dinamika menarik di bawahnya—termasuk kemunculan nama baru yang cukup mengejutkan.

Samsung Pamer Panel OLED Lipat Hampir Tanpa Lipatan, Isyarat Galaxy Z Fold 8?

Qualcomm Masih Tak Tertandingi

Berdasarkan data AnTuTu, Qualcomm menguasai 71,2% pangsa pasar prosesor Android di Tiongkok. Artinya, sekitar tujuh dari sepuluh smartphone Android yang beredar di pasar tersebut menggunakan chipset Snapdragon.

Samsung Galaxy Book 6 Series Resmi Diperkenalkan di CES 2026, Inilah Keunggulannya!

Kekuatan Qualcomm berasal dari portofolio produknya yang luas. Di segmen premium, seri Snapdragon 8 Elite/Gen menjadi pilihan utama berbagai flagship Android. Sementara itu, Snapdragon 7 dan Snapdragon 6 mengisi ceruk kelas menengah, dan Snapdragon 4 menyasar perangkat entry-level. Strategi menyeluruh ini membuat Qualcomm tetap relevan di hampir semua level harga.

MediaTek Terus Menguat di Kelas Menengah

Xiaomi Resmi Luncurkan Redmi Note 15 5G di India, Desain Paling Tipis?

Di posisi kedua, MediaTek membukukan pangsa pasar 27,4%. Meski terpaut cukup jauh dari Qualcomm, MediaTek menunjukkan tren pertumbuhan stabil dalam beberapa tahun terakhir.

Chip Dimensity 9000 series terbukti diminati produsen yang menginginkan keseimbangan performa dan biaya. Namun, kontribusi terbesar MediaTek justru datang dari segmen kelas menengah dan murah, yang didominasi lini Helio serta Dimensity 7000 dan 8000. Hal ini tercermin dalam peringkat smartphone kelas menengah AnTuTu Desember 2025, di mana 9 dari 10 perangkat tercatat menggunakan chipset MediaTek.

Samsung Bertahan, Xiaomi Jadi Kejutan

Di luar dua raksasa tersebut, persaingan mengecil drastis. Samsung berada di peringkat ketiga dengan pangsa pasar 0,6%, yang sebagian besar berasal dari perangkat Galaxy internal berbasis Exynos.

Yang paling menarik, Xiaomi muncul dalam daftar dengan pangsa pasar 0,4%. Angka ini memang kecil, tetapi cukup signifikan mengingat Xiaomi baru mengandalkan prosesor buatan sendiri, XRING O1, yang saat ini eksklusif untuk Xiaomi 15S Pro dan Xiaomi Pad 7 Ultra. Fakta bahwa hanya dua perangkat sudah mampu membawa Xiaomi masuk radar AnTuTu menunjukkan bahwa inisiatif chipset in-house Xiaomi mulai mendapatkan traksi di ekosistem Android Tiongkok.

Laporan AnTuTu Q4 2025 menegaskan hegemoni Qualcomm yang masih sangat kuat, diikuti MediaTek yang semakin solid—terutama di kelas menengah. Di saat yang sama, kemunculan Xiaomi sebagai pemain baru di ranah prosesor menambah warna kompetisi dan berpotensi mengubah peta kekuatan dalam beberapa tahun ke depan.