Kenali 7 Ciri Penipuan Berkedok Toko Online Thrifting Yang Lagi Marak Beredar
- instagram @thrifting.branded
Olret – Belanja baju thrift atau thrifting online memang menggiurkan. Harganya miring, modelnya unik, kadang malah dapat brand ternama dengan harga jauh lebih murah dari pasaran.
Tapi di balik keseruannya, ada juga oknum yang memanfaatkan tren thrifting untuk melakukan penipuan. Supaya nggak jadi korban, yuk kenali 7 ciri penipuan berkedok toko online thrifting berikut ini.
1. Harga Terlalu Murah dan Nggak Masuk Akal
Thrifting memang identik dengan harga hemat, tapi tetap ada batas wajarnya. Kalau ada toko yang menawarkan jaket branded jutaan rupiah cuma seratus ribuan tanpa alasan jelas, kamu patut curiga. Harga yang terlalu bagus sering jadi umpan supaya calon pembeli cepat transfer tanpa banyak mikir.
2. Akun Baru atau Minim Jejak Digital
Toko thrifting palsu biasanya baru dibuat dan belum punya rekam jejak. Followers sedikit, postingan masih minim, atau kolom komentar sepi bahkan dimatikan. Kalau kamu cari nama tokonya di media sosial lain atau Google tapi nggak ada ulasan sama sekali, sebaiknya jangan buru-buru percaya.
3. Foto Produk Terlihat Terlalu “Sempurna”
Ciri lain yang sering muncul adalah penggunaan foto hasil ambil dari Pinterest, marketplace luar negeri, atau brand resmi. Padahal, toko thrifting asli biasanya menampilkan foto real barang, lengkap dengan detail noda, serat kain, atau cacat kecil. Kalau semua fotonya terlihat seperti katalog brand, patut dicurigai.
4. Nggak Mau Kirim Foto atau Video Tambahan
Saat kamu minta foto detail atau video kondisi barang, penjual beralasan kamera rusak, barang sudah di gudang, atau malah menghindar. Padahal, penjual thrifting yang jujur biasanya nggak keberatan menunjukkan kondisi barang secara detail sebelum transaksi.
5. Sistem Pembayaran Dipaksa Transfer Langsung
Hati-hati kalau penjual menolak semua opsi pembayaran aman dan memaksa transfer langsung ke rekening pribadi.
Apalagi kalau disertai ancaman barang akan diambil pembeli lain atau produk yang kamu beli sudah ada di ekspedisi pengiriman akan tetapi belum dapat dikirim sebelum kamu melakukan pembayaran tambahan yang dianggap sebagai biaya aktivasi promo mendapatkan harga lebih murah. Ini trik klasik agar korban panik dan buru-buru bayar tanpa verifikasi.